Usaha kue kering merupakan bisnis yang menjanjikan.
Bagikan:

Tradisi Lebaran di Indonesia dilakukan oleh jutaan orang dari Sabang sampai Merauke. Saat Lebaran kita juga bakalan main ke tempat saudara atau teman untuk bersilaturahmi dan juga menikmati sajian yang diberikan. Dari sajian itu pasti ada kue kering yang hanya muncul saat perayaan Idulfitri saja.

Nah, mengingat kue Lebaran pasti ada di setiap rumah, kebutuhan produk ini akan meningkat jelang Hari Raya. Kalau kamu ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mendulang keuntungan yang besar, coba mulai usaha kue kering. Berikut tips sukses menjalankan usaha kue kering jelang Lebaran.

  1. Riset Jenis Kue yang Kemungkinan Laris

Sebelum memulai usaha kue kering, ada baiknya kalau kamu tidak grasah-grusuh terlebih dahulu. Kue Lebaran memang identik dengan nastar, tapi bukan berarti kamu harus buat nastar lalu menjualnya begitu saja. Kamu harus melakukan riset pasar dulu seperti tanya ke banyak orang kira-kira kue apa saja yang ingin dibeli saat Hari Raya.

Kamu juga bisa membuat dulu tester dari beberapa jenis kue kering. Gunakan tester itu untuk standar dan uji cobakan ke beberapa orang. Kalau beberapa orang suka kue kering tertentu, kemungkinan besar kue itu yang harus kamu buat. Usahakan 1-2 minggu melakukan riset sebelum melakukan produksi massal atau sesuai pesanan.

  1. Buat Versi yang Unik

Kue kering jenisnya ada banyak, kamu bisa membuatnya dengan bentuk, isian, atau rasa yang klasik. Namun, kalau bisa membuat versi unik atau versi pengembangan akan jauh lebih baik lagi. Versi baru biasanya lebih disukai oleh pembeli karena mereka ingin sesuatu yang baru dengan rasa yang tetap nikmat.

Membuat produk yang unik memang tidak mudah dan membutuhkan pengembangan yang tinggi. Namun, kalau hanya satu produk saja tidak masalah. Sisanya tetap bentuk yang standar asal kualitas bahan dan rasa tetap dijaga agar tidak menimbulkan masalah seperti konsumen tidak menyukainya.

  1. Promosikan Usaha Kue Kering dengan Benar

Promosi kue kering beberapa tahun silam mungkin masih dari mulut ke mulut. Namun, zaman sekarang harus dilakukan dengan teknologi yang sudah ada. Kamu bisa menggunakan beberapa cara seperti promosi di media sosial atau di akun pribadi dengan jumlah teman yang cukup banyak.

Saat melakukan promosi, kamu bisa membuat beberapa desain gambar, video, atau mungkin konten. Terserah mana saja yang bisa dilakukan. Selanjutnya, promosikan secara masif termasuk pemberian bonus. Biasanya kalau ada embel-embel bonus, diskon, atau sejenisnya, calon pembeli akan lebih tertarik.

  1. Jual secara Online dan Offline

Lakukan penjualan secara manual dan menggunakan teknologi. Mengapa demikian? Karena kadang yang suka beli kue adalah ibu rumah tangga yang tidak aktif dengan media sosial. Jadi, sasar dua komponen promosi baik online dan offline untuk mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar.

Kalau kamu tidak bisa menjual sendiri, bisa mencari reseller dengan harga khusus dan mereka pintar sekali mencari pembeli. Tidak masalah untung agar sedikit berkurang kalau bisa menjual dalam jumlah banyak. Biasanya ibu-ibu rumah tangga sangat lihai memengaruhi temannya untuk ikut beli.

  1. Selalu Hadirkan yang Klasik

Apa pun yang terjadi, jangan pernah melupakan sesuatu yang klasik dan sangat khas Hari Raya. Di beberapa daerah ada beberapa jenis kue kering yang muncul saat Lebaran dan jarang dibuat oleh banyak orang. Kamu bisa membuatnya dan saat promosi diberikan elemen nostalgia agar banyak orang tertarik dan melakukan pembelian.

Cari tahu dulu apa saja jajanan kue kering klasik yang disukai oleh banyak orang. Kamu bisa membuatnya dalam jumlah terbatas atau membuatnya kalau ada yang pesan untuk menghindari ada produk yang tidak laku.

Memulai usaha kue kering sering sekali dianggap memanfaatkan momen saja. Setelah momennya usai, usaha akan berakhir. Padahal tidak demikian, kalau kamu bisa melakukan pembaruan dan inovasi, bisnis kue kering akan tetap berjalan karena orang butuh camilan kapan saja. Oleh karena itu jangan takut untuk melakukan usaha, seperti kata Michael John Bobak: All progress takes place outside the comfort zone.