Bisnis sepatu rumahan dapat menjadi pilihan untuk memulai usaha.
Bagikan:

Sepatu adalah salah satu produk yang tetap memiliki banyak peminat sampai kapan pun. Bisnis sepatu rumahan kini memiliki banyak potensi untuk berkembang karena berbagai sebab. Jika kamu tertarik untuk memulainya, kenali dulu potensi bisnis sepatu serta hal-hal yang harus kamu siapkan.

Potensi Bisnis Sepatu Rumahan
Ada beberapa pertimbangan positif terkait memilih sepatu sebagai produk bisnis kecilmu. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Kebebasan Membuat Produk Kustom
    Konsumen saat ini senang memiliki produk unik yang jarang ada di toko. Jika kamu memiliki usaha sepatu rumahan, ada potensi untuk membidik konsumen seperti ini dengan menerapkan desain unik untuk sepatu. Kamu bisa juga menawarkan produk sepatu kustom dengan pilihan desain sesuai selera pembeli.
  2. Pangsa Pasar Luas
    Sepatu adalah produk umum yang selalu dibutuhkan, sehingga kamu punya pangsa pasar luas. Kamu bisa membuatnya lebih spesifik untuk kemudahan promosi, misalnya sepatu kerja pria, sepatu kerja wanita, sepatu anak, sepatu jalan-jalan, hingga sepatu khusus seperti alas kaki untuk keperluan medis.
  3. Kemudahan Promosi
    Saat ini, kamu memiliki banyak metode promosi berbiaya rendah yang cukup memudahkan pemilik usaha kecil. Kamu bisa memanfaatkan akun jejaring sosial, forum daring, blog, hingga lapak daring dengan sistem lengkap. Semua ini cocok untuk pemilik bisnis kecil dengan biaya pemasaran terbatas.

Dengan semua potensi ini, tidak ada alasan lagi bagimu untuk menunda berbisnis sepatu. Kamu bahkan tidak perlu menunda hingga lulus sekolah untuk berbisnis!

Tips Memulai Bisnis Sepatu Rumahan
Ingin bisnis sepatumu sukses? Berikut beberapa tips yang sebaiknya kamu ikuti:

  • Tentukan Sasaran dan Keunikan Produk
    Jika kamu memulai bisnis sebagai pengusaha rumahan, sebaiknya fokus pada sepatu yang jenisnya spesifik. Misalnya, kamu mungkin membuat sepatu wanita dengan model yang cocok untuk kerja maupun jalan-jalan. Kamu juga bisa menambahkan keunikan tertentu pada sepatumu, misalnya menambahkan motif tradisional atau pola geometris unik.
  • Ketahui Karakteristik Sepatumu
    Tidak tahu apa-apa tentang sepatu? Ini saatnya kamu belajar mengetahui berbagai jenis sepatu serta bahan, bentuk, bagian, dan karakteristiknya. Kenali perbedaan antara stiletto, high heels, Mary Jane, pumps, kitten heels, dan wedges jika kamu membuat sepatu wanita, misalnya. Seperti kata Dave Thomas, pendiri jaringan restoran Wendy’s:

    “Kunci sukses berbisnis adalah mengenali produk dan pelangganmu.”

  • Tentukan Ukuran Target Pemasaranmu
    Mengetahui jumlah atau ukuran target pemasaranmu penting untuk menyiapkan modal awal. Jika kamu mulai dengan sepatu buatan tangan, kamu mungkin hanya bisa menyasar pembeli satuan serta konsumen lokal (atau di area yang dekat dengan bengkelmu). Jika ingin menyasar konsumen lebih luas, kamu harus mengeluarkan modal untuk perlengkapan seperti mesin seset (skiving). Jika sudah menentukan besaran modal yang diperlukan secara pasti, kamu tinggal menentukan darimana ingin mendapatkan modal awal. Salah satu lembaga keuangan milik pemerintah, yaitu Pegadaian, memberikan solusi berupa pinjaman yang bisa didapatkan secara mudah, cepat dan aman lewat layanan KCA (Kredit Cepat & Aman). Barang jaminan yang dapat kamu gadaikan pun beragam, seperti emas perhiasan, emas batangan, kendaraan bermotor, sampai barang elektronik. Pegadaian memberikan pinjaman mulai dari 50 ribu rupiah dengan jangka waktu pinjaman selama 4 bulan dan dapat diperpanjang berkali-kali.
  • Pelajari Strategi Sainganmu
    Sainganmu tidak hanya pemilik merek besar, tetapi juga sesama produsen sepatu kecil dan menengah. Jika kamu ingin sukses, pastikan melihat strategi pesaing utamamu di daerahmu. Rajinlah mengikuti informasi di media atau ajang bisnis lokal, dan cari tahu celah agar kamu bisa “menyusup” untuk memasarkan sepatumu.
  • Tetapkan Merek dan Logomu
    Merek dan logo akan meningkatkan tingkat kepercayaan konsumen. Jika kamu berniat mendirikan bisnis, sebaiknya pikirkan soal merek sepatumu sejak awal. Pastikan bahwa merekmu tidak meniru merek lain yang sudah dipatenkan. Kamu bisa menciptakan merek unik yang terinspirasi dari kehidupan, filosofi pribadi, atau orang terdekatmu. Jangan lupa pikirkan kemungkinan untuk mematenkannya jika bisnis sudah berkembang.
  • Jangan Ragu Menyewa Pegawai
    Jika kamu rela mengeluarkan modal agak banyak untuk memulai bisnis, jangan ragu mengambil pegawai. Proses pembuatan sepatu umumnya terdiri dari tiga tahap, yaitu pembuatan bagian atas, bawah, serta dekorasi. Memiliki beberapa pegawai sekaligus akan membantu proses produksimu agar lebih efisien. Untuk lebih memotivasimu, tekankan bahwa kamu akan menaikkan gaji ketika bisnismu sudah berjalan baik.

Cara lain untuk berbisnis sepatu adalah dengan menjadi pemasar bagi sentra pembuatan sepatu. Alih-alih memikirkan cara membuat sepatu, kamu bisa fokus untuk menjadi penjual atau distributor. Gunakan cara-cara pemasaran efektif menggunakan situs, blog, jejaring sosial, dan lapak daring untuk bersaing dengan penjual lain.

Bisnis sepatu memang potensial, tetapi juga mendatangkan banyak pesaing. Pastikan kamu merencanakan bisnismu dengan baik, dan cobalah tips-tips di atas agar bisa mengembangkannya.

Bisnis sepatu bisa menjadi salah satu ide untuk memulai bisnis sekarang juga