Bagikan:

Ternyata sebuah keinginan memiliki sepatu bermerk bisa membuat sosok Jeni jadi pengusaha yang merambah Eropa.

Tahun 2008. Itulah awal mula Jeni berkenalan dengan dunia wirausaha. Gara-gara melihat sandal Herman Forrer yang cantik tetapi tidak sanggup membeli, jadilah Jeni membangun usaha sandal sendiri.

Sebagai pemula yang tidak kenal industri sandal, Jeni harus sabar bertanya kiri dan kanan, mengumpulkan informasi dari sampai Z tentang produksi sandal. ‘’Target saya bisa membuat sandal secantik dan sebaik buatan Herman Forrer,’’ kata Jeni.

Setelah banyak bertanya, Jeni akhirnya bertemu perajin sandal di Denpasar. Kebetulan, perajin itu bisa merealisasikan konsep sepatu yang diinginkan Jeni meskipun berupa gambar tangan. Setelah perjuangan mendapatkan modal dan menemukan perajin pada akhirnya Jeni berhasil merealisasikan bisnisnya.

Dengan jumlah perajin terbatas, Jeni fokus pada konsep sandal distro. Sandal diproduksi dalam jumlah sangat terbatas sehingga terkesan eksklusif. Konsep ini ternyata ampuh. Pembeli umumnya tidak mengeluh ketika model yang diinginkan tidak tersedia. Bahkan, dengan model penjualan distro, Jeni bisa mempertahankan harga jual dengan baik. ‘’Kunci keberhasilan produk distro adalah jumlah produksi dibatasi dan kualitasnya harus dijaga dengan sebaik-baiknya,’’ jelas Jeni.

Kerja keras Jeni berbisnis sandal kulit tidak sia-sia. November 2014, Jeni mendapat undangan Pemerintah Republik Indonesia untuk mengikuti pameran produk kerajinan khas Nusantara mewakili pengusaha kecil dan menengah di Jerman. Inilah debut baru Jeni di pasar internasional. Jeni begitu bangga mendapat kesempatan emas memamerkan produk Meiga Collections di negara penting Eropa itu. Rasanya tidak berlebihan. Apalagi, usaha produksi sandalnya dirintis dari hasil menggadaikan kalung yang nilainya tidak seberapa.

Ingin tahu kisah selengkapnya bagaimana Jeni dapat mengatasi masalah pendanaan saat dia ingin memulai bisnisnya? Simak selengkapnya dalam sebuah buku berisi kumpulan kisah sukses dari berbagai sosok di tanah air. Anda dapat download dengan gratis buku bagian pertama disini.