Perusahaan wajib memiliki inovasi bisnis agar dapat bersaing dan tumbuh menjadi perusahaan besar
Bagikan:

“Innovation distinguishes between a leader and a follower” – Steve Jobs

Tanpa inovasi, sebuah bisnis akan mati. Kalimat ini bukan sekadar isapan jempol belaka. Bukti dari minimnya inovasi bisnis yang berujung kebangkrutan bisa dilihat pada nasib Nokia dan Yahoo. Nokia yang dulu dikenal sebagai produsen handphone sejuta umat, kini namanya telah tersingkir. Demikian pula Yahoo yang telah diakuisisi oleh Verizon, perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat.

Kalau perusahaan besar seperti Nokia dan Yahoo saja bisa kolaps karena tak melakukan inovasi bisnis, bagaimana dengan usaha kecil? Bisa dipastikan, pelaku usaha kecil yang tak melakukan inovasi kreatif, bakal tergerus oleh ketatnya persaingan. Tak hanya bakal kalah bersaing dengan perusahaan lebih besar, tapi juga oleh perusahaan kecil lain. Oleh karena itu, inovasi menjadi sebuah keharusan yang harus diperhatikan oleh para pelaku usaha.

Cara Memunculkan Pikiran Kreatif dalam Melakukan Inovasi Bisnis

Inovasi bisnis memang menjadi kewajiban agar usaha bisa berkembang di era persaingan yang ketat seperti sekarang. Hanya saja, tak semua pelaku bisnis mampu memunculkan pikiran kreatif yang bisa menghadirkan inovasi dalam bisnis mereka. Alhasil, perusahaan yang mereka dirikan hanya tinggal menunggu waktu kebangkrutannya.

Untuk mendorong adanya inovasi bisnis, kamu sebagai pemilik usaha harus menghadirkan kultur perusahaan yang mendukung. Lalu, kultur budaya perusahaan seperti apa yang efektif dalam mendorong terjadinya inovasi dalam bisnis? Ada 4 faktor yang perlu menjadi perhatian utama, yakni:

1. Komunikasi yang Baik dengan Seluruh Karyawan

Langkah pertama agar inovasi bisa dilakukan dengan baik adalah ketika perusahaan memiliki pola komunikasi yang baik antara setiap karyawannya. Komunikasi ini memungkinkan setiap karyawan untuk melakukan tugas dan kewajibannya dengan baik. Selain itu, komunikasi yang baik juga memungkinkan kamu sebagai pemilik perusahaan untuk mengenal lebih dekat tentang kemampuan dari masing-masing karyawan.

Kamu pun akan memperoleh banyak informasi berharga kalau telah berhasil membangun relasi yang positif dengan karyawan. Dari mereka, kamu bisa mengetahui problem yang dihadapi oleh perusahaan secara mendetail. Selain itu, kamu juga bisa meminta feedback atau saran mengenai bagaimana cara mengembangkan produk atau pola pemasaran perusahaan.

2. Manfaatkan Kemampuan Terbaik dari Masing-Masing Karyawan

Setelah mendorong terjadinya komunikasi yang baik dengan karyawan, kamu pun bisa mengetahui secara lebih rinci kemampuan mereka masing-masing. Selanjutnya, kamu dapat menempatkan posisi karyawan sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

Dorong para karyawan untuk tidak takut dalam mengeluarkan ide-ide brilian yang bertujuan untuk pengembangan bisnis. Bahkan, kalau perlu, kamu juga bisa menyediakan reward bagi karyawan yang mampu memperlihatkan performa bagus dalam menjalankan pekerjaannya.

3. Jangan Takut Gagal

Kamu tak akan memunculkan inovasi bisnis kalau takut menghadapi kegagalan. Kamu perlu mengambil pelajaran dari sosok Thomas Alva Edison yang dikenal sebagai kreator lampu bohlam. Butuh kegagalan seberapa banyak sampai Edison berhasil menciptakan lampu yang kini menerangi segala penjuru tempat di berbagai kota dunia?  Perlu kamu tahu, setiap kegagalan yang diperoleh merupakan bentuk dari keberhasilan. Keberhasilan dalam hal apa? Keberhasilan untuk menemukan salah satu pola yang gagal. Selanjutnya, kamu pun tinggal mencari pola yang tepat untuk bisa meraih kesuksesan dengan mempertimbangkan pola-pola gagal yang telah diketahui.

4. Ketahui Pangsa Pasar

Sebagai seorang pengusaha, inovasi bisnis yang kamu lakukan tidak akan membuahkan hasil kalau ternyata kamu tak memasarkannya di segmen yang tepat. Bisa jadi produk atau jasa yang kamu tawarkan memang begitu inovatif. Namun, karena ditawarkan pada segmen konsumen yang tak membutuhkan, alhasil usahamu tak mencapai kesuksesan.

Oleh karena itu, penting bagi seorang pengusaha untuk mengetahui segmen pasar yang tengah dihadapinya. Kamu harus tahu keinginan serta kebutuhan dari para konsumen. Selanjutnya, pertanyakan pada dirimu sendiri, apakah produk barang atau jasa yang kamu tawarkan mampu menyediakan solusi untuk keinginan serta kebutuhan mereka?

Itulah tips yang bisa kamu terapkan untuk memunculkan pikiran kreatif yang bisa kamu gunakan untuk melakukan inovasi bisnis. Ingat, kesuksesan dalam berbisnis bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk kamu. Asalkan, kamu mau berinovasi dan bekerja keras.