Ikuti 5 tahap ini untuk memulai bisnis tanaman bagi anda yang tertarik membangun toko tanaman sendiri.
Bagikan:

Berbisnis toko tanaman tergolong gampang-gampang susah. Pasalnya, bidang usaha ini membutuhkan keahlian khusus untuk merawat tanaman. Alih-alih memelihara agar tumbuh subur, tanaman malah mendadak layu atau bahkan mati. Di sisi lain, kalau tak berani memulainya, kapan kamu bisa mencapai kesuksesan?

Ingat nasihat penulis dan politisi asal Inggris, Winston Churchill? Ia pernah berkata, “Success is not final, failure is not fatal: it is the courage to continue that counts.” Maknanya, kesuksesan yang kamu raih bukan akhir dari segalanya. Meskipun gagal, bukan berarti akibatnya fatal. Kamu hanya perlu berani agar bisa melanjutkan perjuangan.

Karena itu, tak perlu ragu memulai bisnis toko tanaman. Semuanya bisa diatasi dengan menerapkan tips-tips berikut ini.

1. Pastikan Kamu Menguasai Ilmu Tanaman sebelum Mendirikan Toko Tanaman

Membangun bisnis toko tanaman lebih mudah jika kamu sudah memahami ilmu seputar tanaman. Cobalah belajar kepada petani, pekebun, atau pakar tanaman yang ada di sekitar tempat tinggal. Pelajari pengetahuan dasarnya; hafalkan berbagai jenis tanaman; lalu kuasai trik pemeliharaannya.

Kamu juga bisa belajar tentang tanaman lewat buku bacaan. Sekarang, banyak buku yang membahas seputar perawatan aneka tanaman sampai dengan tips memasarkannya. Jangan lupa, pelajari juga cara-cara mengembangbiakkan tumbuhan. Siapa tahu, kamu mendapatkan pertanyaan dari konsumen mengenai hal itu—minimal bisa menjelaskan tekniknya.

2. Carilah Lokasi Toko Tanaman yang Strategis

Langkah kedua; kamu harus mencari lokasi toko yang terletak di pusat keramaian. Atau minimal mudah diakses dari berbagai arah. Artinya, toko tersebut bisa dijangkau beragam kendaraan umum.

Pastikan juga, kawasan tempat kamu mendirikan toko, termasuk sering didatangi konsumen. Misalnya, membuka toko tanaman di sekitar perkantoran, pusat bisnis di kota besar, atau area pasar. Kamu juga bisa membangun toko di persimpangan lampu merah dan alun-alun kota untuk mendapatkan lebih banyak konsumen.

Selain sisi strategis, lokasi juga harus mendukung pertumbuhan tanaman. Sesuaikan jenis tanaman dengan suhu daerah. Jangan sampai, pertumbuhan dan perkembangannya tidak maksimal hanya karena tidak cocok dengan temperatur wilayah.

3. Jangan Sembarangan Memilih Jenis Tanaman; Pastikan Kualitasnya Bagus

Untuk memilih jenis tanaman, terlebih dahulu pelajari minat konsumen dengan melakukan riset kecil-kecilan. Jika sudah mendapatkan hasil, segera cari produk tanaman di tempat terpercaya. Pastikan tanaman tersebut berasal dari benih berkualitas.

Tidak hanya kualitas benih, ragam tanaman juga harus diperhatikan. Upayakan menjual lebih dari satu varian untuk menarik perhatian konsumen. Jika kamu merasa berat memasarkan beragam jenis tanaman, cukup jual 2-3 macam saja. Selanjutnya, secara bertahap, kamu bisa menambah variasi lebih banyak lagi.

4. Promosi Itu Penting; Manfaatkan Media Sosial untuk Mencari Konsumen

Di masa kini, melakukan promosi bukan hal sulit. Pasalnya, sekarang sudah ada media sosial, marketplace, serta e-commerce yang bisa digunakan sebagai sarana promosi produk. Dalam mempromosikan, kamu harus mengenalkan secara detail tentang jenis produk dan lokasi pembeliannya.

Di samping itu, uraikan juga mengenai keunggulan produk dan harganya. Kamu bisa manfaatkan fasilitas brosur online untuk membuat poster promosi yang menarik. Cara lainnya; promosikan produk di iklan media massa, koran, atau situs pertanian online.

5. Rancang Toko Tanaman Kamu agar Terlihat Menarik

Menarik perhatian konsumen tidak hanya dari produk, tetapi juga desain toko yang kamu bangun. Konsumen harus merasa nyaman dan aman saat mengunjungi toko. Karena itu, cobalah menyiapkan tempat khusus untuk ruang tunggu, penyimpanan tanaman, dan area parkir. Kalau memungkinkan, sediakan fasilitas toilet dan area duduk.

Keamanan konsumen juga wajib kamu perhatikan, misalnya dengan memasang CCTV di sekitar tempat parkir, kasir, dan di area penyimpanan tanaman. Atau kamu pun bisa mempekerjakan seorang satpam untuk mengantisipasi tindak kejahatan.

Menghias toko dengan berbagai ornamen menarik tentu membutuhkan modal yang tidak sedikit. Bingung untuk memikirkan modal tersebut? Jika kamu memiliki kendaraan bermotor, tidak ada salahnya untuk menjadikannya barang jaminan di Pegadaian lewat layanan kredit Kreasi Fleksi dengan pola angsuran pembayaran yang fleksibel. Selain kendaraan bermotor, kamu juga bisa memanfaatkan emas, alat produksi, dan alat pertanian sebagai barang jaminannya. Lewat Kreasi Fleksi, kamu bisa mendapatkan pinjaman sampai dengan 400 juta dengan jangka waktu mulai dari 3 bulan sampai 36 bulan.

Nah, sekarang sudah tahu, kan? Tahapan-tahapan apa saja yang harus kamu lakukan sebelum mendirikan toko tanaman. Semuanya tidak sulit kok, selagi mau belajar dengan sabar tentang dunia tanaman. Saadi—penyair asal Iran—mengatakan, “Have patience. All things are difficult before they become easy.” Maknanya, semua kemudahan pasti diawali dengan kesulitan. Kamu hanya perlu bersabar menjalaninya.