Parcel lebaran memiliki jenis yang beraneka ragam
Bagikan:

Lebaran adalah momen yang sangat besar dan sangat dinanti oleh banyak orang di seluruh Indonesia, mungkin termasuk kamu juga. Nah, pada momen setahun sekali ini, kita akan dekat dengan hal-hal berbau Lebaran seperti THR, bisnis makan puasa di pasar takjil, dan yang tidak kalah penting lagi adalah parcel yang berisi makanan dan minuman atau barang lainnya.

Nah, permintaan parcel menjelang Lebaran biasanya akan sangat meningkat meski sementara saja. Biasanya 1-2 minggu jelang Lebaran, penduduk berbondong-bondong mencari parcel atau perusahaan memborongnya untuk karyawan. Dari permintaan yang besar ini, kenapa kamu tidak ikutan ambil bagian dalam bisnis parcel Lebaran ini? Berikut beberapa ide yang bisa digunakan.

  1. Parcel Lebaran Aneka Kue Kering

Lebaran selalu identik dengan kue kering. Kamu bisa menjual aneka kue kering dalam bentuk parcel dan dikemas dengan sangat baik. Sebenarnya menjual kue kering saja juga bisa dilakukan. Namun, kalau dibentuk parcel, nilai jualnya jauh lebih tinggi. Dengan ditambah kemasan, kamu bisa dapat untung yang jauh lebih besar.

Kalau kamu tidak bisa membuat kue kering sendiri, carilah supplier yang mau membuat kue sesuai dengan pesanan. Kamu hanya perlu melakukan pengemasan dengan baik menjadi sebuah parcel. Kue kering pasti dicari banyak orang untuk dirinya sendiri atau dikirim ke orang lain.

  1. Parcel Lebaran Wadah Kue

Apakah parcel Lebaran harus berupa makanan dan minuman? Tentu saja tidak. Kamu bisa menjual parcel yang isinya berupa wadah kue, wadah kedap udara, atau perlengkapan Lebaran lainnya. Barang-barang seperti ini tidak ada tanggal kedaluarsanya sehingga kamu tidak perlu takut kalau tidak laku.

Asal bisa melakukan promosi dengan baik, kamu bisa menjualnya dalam jumlah banyak. Apalagi produk yang dijual masih baru dan sedang menjadi tren. Carilah supplier wadah kue atau sejenisnya yang harganya miring, tapi kualitasnya cukup tinggi. Selanjutnya, kemas dengan baik agar terlihat mahal.

  1. Parcel Lebaran Kurma dan Alat Salat

Meski kurma identik dengan puasa, Lebaran juga banyak yang menyajikan berbagai jenis kurma. Kamu bisa menjual berbagai jenis kurma mulai dari harga murah hingga mahal. Selanjutnya padukan dengan alat salat atau perlengkapan ibadah lainnya untuk lebih menarik perhatian.

Daya tarik dari parcel tidak hanya isiannya saja. Namun, pengemasannya yang baik dan terlihat ‘wah” di mata banyak orang. Jadi, sebisa mungkin belajarlah untuk mengemas parcel dengan baik agar terlihat bagus meski isinya standar dan bisa dibeli di mana saja.

  1. Parcel Lebaran Aneka Kebutuhan Sehari-hari

Salah satu manfaat pengemasan yang hebat dari parcel adalah menyulap hal biasa terlihat luar biasa. Kamu bisa mengisi parcel yang sebenarnya kebutuhan sehari-hari seperti gula, minyak, sirop, atau kue kalengan lainnya. Namun, karena ditata dengan baik, orang akan lebih memilih parcel daripada satu-satu.

Buat beberapa jenis paket parcel sesuai dengan harganya. Usahakan yang tetap bisa dibawa pembeli dengan mudah. Kalau parcel terlalu besar dan berat, belum dibawa saja kemasan bisa rusak. Akhirnya orang lain jadi malas membelinya karena susah diangkut, apalagi diberikan kepada orang lain.

  1. Parcel Lebaran yang Unik

Parcel biasa mungkin sudah banyak di luaran sana dan bisa dibeli kapan saja oleh banyak orang. Namun, bagaimana dengan parcel yang unik? Tentu jarang ada dan bisa saja diminati oleh banyak orang. Parcel unik bisa dalam bentuk barang yang jarang ada misal jajanan klasik atau kue kemasan yang jarang ada.

Apakah parcel unik hanya dalam bentuk makanan atau benda saja? Tentu saja tidak. Biasa saja parcel dalam bentuk aneka voucher belanja menarik, aksesori, barang elektronik, hingga tiket liburan. Apa saja bisa dijadikan voucer asal menarik banyak orang dan memiliki target market yang jelas.

Inilah beberapa ide parcel Lebaran yang bisa kamu jual untuk mendulang untung sebanyak-banyaknya. Nah, meski berbisnis parcel gampang-gampang susah, tidak ada salahnya kalau kamu ingin mencoba.

Toh tidak ada ruginya kalau mencoba dengan barang yang tidak banyak. Kata Jim Rohn, kamu pasti mendapatkan jalan kalau ingin berusaha, tapi kalau sejak awal sudah tidak niat, pasti mencari alasan untuk tidak memulainya.