Bagikan:

“Kesempatan yang mungkin nggak setiap saat ada dan nggak banyak. Berhati-hatilah dalam mengambil keputusan seperti kamu yang berhati-hati ketika memotret.” – Jenny Thalia Faurine

Sebelum memutuskan meminjam uang, tentu Anda harus mempertimbangkan beberapa hal dengan matang. Jika bertindak gegabah, Anda bisa saja terjerat modus penipuan pinjaman uang hingga  terjerumus ke kubangan utang yang tidak ada habisnya.

Lebih baik pertimbangkan 5 tips dalam menghindari modus penipuan pinjaman uang berikut:

1. Jangan Mau Dipaksa untuk Menjadi Debitur

Debitur adalah peminjam uang, sedangkan kreditur merupakan si pemberi pinjaman. Ketika Anda memutuskan untuk melakukan pinjaman ke pihak kreditur, baik secara offline maupun online, berhati-hatilah. Waspadalah dengan tingkah kreditur. Perhatikan gerak-geriknya. Jika ada unsur mencurigakan dan terkesan memaksa, sudah bisa dipastikan ada modus penipuan pinjaman uang terselip di baliknya.

Agar tidak terkena jebakan modus penipuan, usahakan untuk selalu mengajak orang yang dipercaya untuk berdiskusi sebelum meminjam uang. Libatkan orang itu dalam segala keputusan yang akan diambil. Dengarkan saran-saran yang diberikan dan pertimbangkan. Hal demikian bisa membantu Anda terhindar dari penipuan pinjaman uang.

2. Jangan Mudah Percaya dengan Iming-Iming ‘Mengabaikan Riwayat Pinjaman’

Pasalnya, tiap kali orang melakukan pinjaman di kreditur mana pun, riwayat pinjamannya akan tercatat di BI. Jadi, sebelum mencairkan permintaan pinjaman debitur, kreditur akan mengecek riwayat terlebih dahulu demi menghindari masalah pembayaran ke depannya.

Berbeda dengan orang yang mempunyai niat menipu. Dia akan merayu calon korban dengan iming-iming tidak akan mengecek riwayat pinjaman sebelumnya.

Anda perlu waspada jika sampai bertemu dengan kreditur seperti itu. Pasalnya, bisa saja iming-iming tersebut merupakan modus penipuan pinjaman uang yang baru. Jika Anda langsung tergiur, bukannya masalah selesai malah pinjaman akan semakin bertambah. Parahnya, uang Anda bisa habis diambil kreditur penipu.

Baca juga  5 Tips Manajemen Keuangan Usaha

3. Perhatikan Kredibilitas Kreditur

Memastikan reputasi kreditur itu juga penting. Jika Anda langsung percaya begitu saja, bisa dipastikan masalahlah yang akan didapat di kemudian hari. Karena itu, sebelum memutuskan untuk meminjam sejumlah uang pada kreditur, cek dulu kredibilitasnya.

Jika kreditur tersebut mempunyai masalah dengan pihak kreditur lain atau mungkin pada debitur, maka hindari. Jangan memaksakan diri untuk meminjam di sana.

Pahami juga metode dalam melakukan pinjaman. Seorang kreditur yang tepercaya, tidak akan melakukan follow up berlebihan pada calon debiturnya. Kreditur hanya akan menghubungi secara wajar dan melakukan survei jika calon debitur tersebut dinyatakan layak untuk mendapat pinjaman.

Nah, ketika Anda merasa kreditur berlebihan dalam mem-follow up pinjaman, Anda harus mulai waspada. Bisa jadi kreditur tersebut adalah seorang penipu.

4. Lakukan Verifikasi Sebelum Melakukan Pinjaman

Verifikasi bisa Anda lakukan dengan menghubungi lembaga kreditur yang bersangkutan. Hubungi nomor resmi kantor yang tertera di web resmi mereka. Jangan percaya dengan nomor-nomor yang diberikan kreditur atau percaya jika mereka yang akan menghubungi Anda nantinya.

Usahakan untuk mengecek riwayat lembaga yang bersangkutan dan pastikan tidak ada masalah terhadap lembaga tersebut. Karena satu saja masalah, bisa membebani Anda ke depannya.

Jika diperlukan dan memungkinkan, datangi kantornya secara langsung dan lakukan pinjaman secara offline. Hal itu jauh lebih aman daripada melakukan pinjaman via online. Bukankah dengan bertatap muka secara langsung, Anda akan bisa menilai seperti apa kreditur tersebut?

5. Abaikan SMS atau E-mail Tidak Jelas

Berhati-hatilah jika ada kiriman SMS atau e-mail tidak jelas terkait iming-iming pinjaman uang. Itu hanya spam dari penipu yang memanfaatkan kepolosan calon target. Laporkan atau blokir pesan tersebut dan abaikan. Jangan mudah percaya dengan embel-embel apa pun yang dibawa dalam SMS atau e-mail.

Meski manusia tidak sepenuhnya harus berhati-hati seumur hidup seperti kata Pramoedya Ananta Tour, tetapi tidak ada salahnya untuk waspada dengan keadaan sekitar. Berhati-hatilah dalam setiap modus penipuan pinjaman uang yang dilakukan para penipu.