Simak tips berikut apabila kamu sulit mengatur perencanaan keuangan keluarga.
Bagikan:

“A good financial plan is a road map that shows us exactly how the choices we make today will affect our future.” – Alexa Von Tobel

Keuangan menjadi faktor yang sangat krusial dan tidak pernah menjadi hal yang mudah dalam mengelolanya, apalagi terkait dengan rumah tangga. Pasalnya, finansial menjadi faktor pemicu utama terjadinya perceraian selain adanya pihak ketiga, juga menjadi penyebab tingginya angka kriminalitas.

Biasanya, istri memegang kendali penuh atas pengaturan perencanaan keuangan keluarga. Bukan tanpa alasan, karena istri dinilai lebih cermat dan teliti dibandingkan dengan suami. Meski begitu, tetap saja harus ada komunikasi terbuka antara keduanya supaya alur keuangan yang masuk dan keluar tetap transparan.

Lalu, bagaimana caranya mengatur keuangan keluarga agar tidak timbul peribahasa “Besar pasak daripada tiang” alias defisit? Coba terapkan kunci suksesnya berikut ini.

  • Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga dengan Membuat Rencana Anggaran

Agar semua pemasukan dan pengeluaran bisa terlacak dan terpantau dengan baik, kamu perlu membuat rencana anggaran bulanan. Tidak harus rumit kok, kamu hanya perlu mengalokasikan uang yang ada untuk segala keperluan. Namun, jangan lupa juga untuk tetap menyisihkannya sebagai tabungan, ya!

Formula 50:20:30 adalah yang paling banyak diterapkan. Sederhananya, dari jumlah pendapatan, sebesar 50 persen untuk pengeluaran sehari-hari, 20 persen untuk menabung, dan 30 persen untuk biaya sampingan dan darurat. Lebih baik lagi jika kamu mencatat semua pemasukan dan pengeluaran secara harian. Kalau kamu tidak sempat mencatatnya secara manual pada buku, manfaatkan kecanggihan teknologi saja. Ada banyak aplikasi finansial yang bisa kamu gunakan, atau kamu juga bisa melakukan pencatatan manual di ponsel.

  • Membuat Kalender Penagihan

Setiap bulannya, kamu pasti diwajibkan untuk melakukan pembayaran atau pelunasan terhadap penggunaan listrik, air, pelunasan cicilan rumah, atau cicilan kendaraan. Nah, supaya kamu terhindar dari biaya tambahan alias denda, kamu bisa membuat kalender penagihan. Buat setiap awal bulan dan tetapkan tenggat waktu selambatnya adalah dua hari sebelum tanggal jatuh tempo. Pembuatan kalender penagihan ini akan membantu kamu lebih matang dalam menyusun perencanaan keuangan keluarga.

  • Biasakan untuk Bertransaksi dengan Uang Tunai

Kehadiran kartu debet atau kredit memang akan memudahkan kamu saat ingin melakukan transaksi, terlebih dengan menjamurnya online shop yang erat kaitannya dengan promo khusus setiap saat. Namun, sebaiknya kamu menghindari bertransaksi dengan kartu kredit, karena akan membuat kamu jadi konsumtif yang berakibat pada membengkaknya tagihan pelunasan.

Oleh karena itu, biasakan untuk selalu menggunakan uang tunai setiap kali kamu melakukan transaksi, atau menggunakan kartu debet yang hanya bisa digunakan melalui ATM. Hindari juga menggunakan layanan seperti SMS banking.

  • Memantau Pengeluaran

Sudah membuat rencana anggaran bulanan dan kalender penagihan tidak lantas menjadikan kamu lepas tangan. Kamu juga perlu melakukan pemantauan terhadap kondisi keuangan, terlebih pengeluaran. Bisa saja, kamu tanpa sadar telah menggunakan sejumlah uang atau bertransaksi dan lupa mencatatnya. Meski nominalnya kecil, jika terjadi terus-menerus akan membuat keuangan justru menjadi defisit.

Sebaiknya, pemantauan pengeluaran ini dilakukan dua kali dalam satu bulan, pada pertengahan dan akhir bulan. Lakukan evaluasi bersama pasangan, apakah cara perencanaan keuangan keluarga yang sudah kamu rancang dan terapkan ini efektif, atau masih harus diperbaiki lagi. Adanya pemantauan ini juga membuat kamu tahu alur keluarnya uang sekaligus menyortir kebutuhan mana yang dirasa perlu dihilangkan.

  • Terapkan Pola Hidup Sederhana

Terakhir adalah menerapkan pola hidup sederhana di lingkungan keluarga. Sederhana yang dimaksud bukan berarti kamu harus berhemat yang justru mengarah pada ungkapan pelit dan terlihat seperti orang yang hidup susah. Sederhana berarti kamu pandai menggunakan uang yang kamu miliki untuk membeli barang yang hanya kamu butuhkan, bukan barang yang kamu inginkan.

Jangan pernah terpikir untuk membeli segala barang hanya karena bentuknya yang lucu tanpa pernah tahu apakah benda tersebut bermanfaat atau tidak. Hal ini justru akan membuat kamu jadi konsumtif dan mudah “gelap mata”.

Itu tadi lima kunci sukses dalam perencanaan keuangan keluarga yang bisa kamu coba di rumah. Jangan sampai finansial justru menjadi masalah utama dalam rumah tangga hanya karena pengaturannya yang tidak tepat sasaran. Semoga bermanfaat.