Ada 5 cara menghemat uang gaji yang patut dicoba dalam satu bulan demi memenuhi banyak kebutuhan.
Bagikan:

Setahun lalu, gajimu mungkin di bawah Rp2 juta. Saat itu, kamu merasa masih banyak kebutuhan yang belum terpenuhi. Tahun berikutnya, gaji dinaikkan menjadi Rp3 juta. Ternyata, biaya pengeluaran lebih besar dari perkiraan. Lalu, apa masalahnya?

Ingatlah pesan Charles Caleb Colton—pendapatan ibarat sepatu. Menurutnya, kalau terlalu kecil, penghasilan bisa menjepitmu. Sebaliknya, penghasilan yang besar mungkin membuat kamu tersandung dalam perjalanan. Begitu pun dengan biaya pengeluaran, kalau tidak bisa dikendalikan, perlahan akan melenyapkan kekayaan.

Nah, sebagai solusi, berikut ini ada 5 cara menghemat uang yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari, simak ulasan lengkapnya.

  1. Menyusun Skala Prioritas dan Anggaran Bulanan, Cara Menghemat Uang yang Efektif

Tips pertama; di awal bulan, buatlah catatan skala prioritas. Dengan membuat skala prioritas, kamu lebih mudah mengatur penggunaan uang. Pastinya, alokasi penghasilan menjadi jelas dan terarah. Jadi, jangan sampai uang mengendalikanmu. Seperti kata Alistair Darling, uang diciptakan sebagai pelayan, bukan tuan atau ekonomi yang sebenarnya.

Setelah skala prioritas selesai, giliranmu untuk menerapkannya. Berarti, hal-hal di skala prioritas itulah yang harus diutamakan. Selain urutan kebutuhan tersebut, kamu juga wajib menyusun anggaran dana untuk keperluan lain. Semisal, bujet traveling, shopping, sedekah, atau mungkin dana investasi.

2. Menolak Kartu Kredit, Cara Menghemat Uang yang Cerdas

Tawaran kartu kredit sering kali menggoda, apalagi dengan iming-iming unlimited. Tapi, sadarkah kamu? Kartu kredit bisa menjerumuskan dalam kerugian finansial. T. Harv Eker pernah mengatakan; sebaiknya tidak menggunakan kartu kredit agar bisa menghemat pengeluaran.

T.Harv Eker menyarankan, cukup memakai kartu debit saja untuk membayar berbagai keperluan. Nasehat T.Harv Ever harus kamu perhatikan supaya uang yang dibelanjakan tidak melebihi gaji. Ingat, kartu kredit umpama pisau bermata dua. Suatu waktu mungkin bisa menyelamatkan; tapi di lain kesempatan malah menjebakmu dalam tagihan utang.

3. Paksakan Diri untuk Menabung Emas—Sekarang Bisa Dicicil, Lho

Pengeluaran yang mengalir seperti air pastinya menyulitkan kamu untuk menabung. Tips terbaiknya, cobalah menabung emas. Benda berharga ini memiliki harga yang relatif stabil. Meski terjadi fluktuasi mata uang, emas tetap bernilai tinggi.

Menabung emas sama dengan berinvestasi. Artinya, kamu sudah menyiapkan salah satu bekal finansial untuk masa depanmu. Tak hanya itu, investasi emas juga merupakan ciri-ciri orang yang mau berpikir jangka panjang. Kata T. Harv Eker, seseorang harus mengeluarkan investasi hari ini demi kebebasan di masa mendatang.

4. Buat Jadwal Shopping agar Pengeluaran Tidak Membengkak

Menghemat pengeluaran bukan berarti kamu tidak bisa belanja atau shopping di mal, ya. Supaya kegiatan itu tetap berjalan, buatlah jadwal shopping rutin. Kalau bujetmu berlebih, bisa shopping sampai 4 kali dalam sebulan. Sebaliknya, jika gaji terbatas, upayakan tidak lebih dari 2 kali belanja.

Agar bisa belanja hemat, cobalah memanfaatkan momen diskon di akhir tahun atau hari raya tertentu. Saat itu, kamu biasanya diberikan potongan harga hingga 50 persen. Tips lainnya, bayar barang belanjaan dengan uang tunai. Upayakan tidak membawa kartu debit ataupun kredit ketika shopping.

5. Berkomitmen untuk Tidak Menghabiskan Gaji Lebih dari 70 Persen

Komitmen ini mungkin sulit, tetapi kamu harus lakukan. Semua berawal dari kebiasaan; seperti yang dikatakan oleh Don Marquis. Uang akan membentuk tabiat, pola hidup, serta karakter kamu. Kalau kata Francis Bacon, uang sebenarnya hamba yang baik. Namun, tuannya lah yang memiliki kebiasaan buruk.

Sebagai simulasi komitmenmu, coba sisihkan 30 persen untuk menabung. Tidak peduli seberapa besar gaji, nominal 30 persen itu harus masuk ke tabungan. Contoh, kamu mendapatkan penghasilan Rp3.000.000 sebulan. Berarti, jumlah tabunganmu Rp3.000.000 dikalikan 30 persen. Hasilnya sebesar Rp900.000 per bulan.

Uang senilai Rp900.000 tersebut kalau dikalikan selama 12 bulan, jumlahnya menjadi Rp10.800.000. Itulah kekayaan yang kamu miliki dari hasil menabung. Sekali lagi, kuncinya adalah komitmen. Kata Denis Waitley, jangan pernah membiarkan ekonomi menentukan arah karir atau memutuskan cara kamu menghabiskan waktu.

Bagaimana? Cara menghemat uang tersebut di atas mudah dilakukan, bukan? Kesimpulannya, buatlah perencanaan, terapkan, dan evaluasi komitmen kamu. Selamat mencoba, Sahabat!