Arus balik lebaran dapat mempengaruhi keuangan
Bagikan:

Siapa sangka, arus balik lebaran tidak hanya membawa pulang keluarga dan kerabat yang mudik tetapi juga beragam masalah keuangan. Seperti sudah menjadi tradisi bahwa setelah lebaran banyak orang yang merasa “bangkrut.” Hal ini disebabkan oleh pengeluaran-pengeluaran tidak terduga yang melebihi tabungan atau bujet hari raya.

Akibatnya begitu arus balik dan hari raya usai, banyak orang harus menjual kembali perhiasan atau barang berharga yang dibeli menjelang lebaran agar kondisi ekonomi mereka tetap stabil. Meskipun tidak terhindarkan tetapi bukan berarti kondisi semacam ini tidak dapat diantisipasi.

Nah, berikut adalah 3 tips keuangan sebagai referensi untuk menghadapi permasalahan finansial saat arus balik lebaran, di antaranya:

  1. Memiliki dana darurat

Jika dana lebaran sudah diambil dari gaji dan dipersiapkan sejak lama, tidak ada salahnya untuk melakukan hal serupa dan menyimpannya sebagai dana darurat. Idealnya, dana ini diambil dari gaji yang didapat setiap bulan lalu disimpan di tempat yang bisa kita akses sewaktu-waktu.

Memiliki dana darurat tidak hanya bermanfaat pasca lebaran saja. Saat keluarga atau diri kita mengalami sesuatu yang tidak terduga seperti, sakit atau kecelakaan, dana ini bisa dimanfaatkan secara maksimal. Anda bisa menyimpan dana darurat dalam bentuk uang atau perhiasan yang bisa dijual dengan mudah ketika diperlukan.

Memiliki dana darurat tidak hanya akan menyelamatkan kondisi keuangan saat arus balik tetapi juga membiasakan kita untuk lebih disiplin dalam mengatur keuangan. Sehingga begitu membutuhkan dana yang cukup besar sewaktu-waktu sementara tabungan tidak mencukupi, kita tidak perlu khawatir.

  1. Berinvestasi pada perhiasan

Daripada membeli pakaian baru atau gadget dengan harga mahal saat lebaran, gunakan uang yang ada untuk membeli perhiasan. Jadi begitu kondisi keuangan kita menurun pasca lebaran, perhiasan tersebut bisa dijual untuk mengembalikan stabilitas perekonomian diri sendiri.

Apabila berat menjual perhiasan yang dimiliki, Anda bisa menggadaikannya. Uang hasil gadai dapat digunakan untuk menstabilkan kondisi keuangan sampai kita bisa menebus perhiasan yang digadaikan. Hal ini tentu saja berbanding terbalik dengan investasi dalam bentuk gadget atau pakaian mahal.

Meskipun mungkin bisa dijual kembali, tapi uang yang didapat setelah penjualan tidak sepadan dengan yang dikeluarkan saat kita membeli barang-barang tersebut. Sebab harga emas cenderung stabil, membeli perhiasan merupakan salah satu tips keuangan yang bijak untuk menghadapi krisis arus balik lebaran.

  1. Berhemat

Kebiasaan berfoya-foya saat lebaran sangat mungkin terbawa sampai lebaran usai. Akibatnya, setelah hari raya kita akan menghadapi krisis keuangan yang memprihatinkan. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, mulailah berhemat. Penghematan tersebut bisa dilakukan saat kita sedang merayakan hari raya.

Tahan diri kita untuk membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan ketika mudik. Batasi pengeluaran pada hal-hal wajar saja seperti membeli oleh-oleh atau memberi angpao pada keluarga dekat saja. Jika hal ini bisa dibiasakan, Anda bisa menghemat banyak uang begitu hari raya usai dan tidak perlu khawatir akan mengalami krisis.

Itulah beberapa tips keuangan yang bisa kita terapkan untuk menyelamatkan kondisi finansial pribadi untuk menghadapi arus balik lebaran. Selain yang telah disebutkan, Anda juga bisa memanfaatkan layanan KCA Prima dari Pegadaian. KCA Prima atau Kredit Cepat Aman merupakan salah satu fitur yang menawarkan pinjaman dengan bunga 0% dan jangka waktu singkat.

Untuk mendapatkan dana segar dari KCA Prima Pegadaian, Anda tidak perlu menyiapkan banyak hal. Cukup siapkan KTP dan e-KTP sebagai persyaratan dasar. Karena prosesnya cukup cepat dan aman, kita tidak perlu khawatir kondisi keuangan memburuk pasca lebaran.

Karena prosesnya cukup mudah dan tanpa ribet, pinjaman yang diberikan memang tidak terlalu besar yaitu sekitar Rp50.000 sampai Rp500.000. Tetapi mengingat bunganya yang dipatok sebesar 0% saja, KCA Prima cukup membantu ketika kita membutuhkan dana sewaktu-waktu.

Hal yang paling penting adalah, KCA Prima menawarkan tenor yang singkat yaitu 1 sampai 60 hari dan bisa diperpanjang jika sampai waktu yang ditentukan kita belum memiliki cukup uang.  Menarik bukan?