Emas atau deposito? Mana yang sebaiknya kita pilih? Apakah salah satunya lebih baik untuk dijadikan sebagai investasi di masa yang akan datang?
Bagikan:

Masyarakat kekinian sudah mulai sadar kalau menyimpan uang saja belum tentu memberikan keuntungan. Berbeda dengan investasi, kemungkinan mendapatkan keuntungan yang besar pada periode tertentu bisa didapatkan. Bahkan, kalau kamu memiliki modal yang besar, untung dari investasi bisa diputar lagi untuk bisnis atau menjadi penghasilan pasif.

Di luaran sana ada banyak sekali jenis investasi yang berkembang dengan pesat. Dari jenis-jenis itu di antara emas atau deposito lebih sering dipilih oleh masyarakat karena mudah dilakukan dan kesempatan mendapatkan untung cukup tinggi.

Nah, yang jadi pertanyaan sekarang, mana yang harus dipilih untuk investasi? Mana yang lebih baik dari keduanya, emas atau deposito?

Karakteristik Investasi dengan Emas

Sebelum memutuskan untuk melakukan investasi emas, ada baiknya kamu tahu dahulu karakteristik dari emas itu sendiri.

  • Investasi emas tidak sama dengan deposito atau menabung biasa. Investasi ini tidak akan mendapat deviden atau bunga. Yang didapatkan dari investasi emas adalah kenaikan harga di pasaran. Kalau kenaikan dari emas cukup signifikan, peluang mendapatkan keuntungan akan besar. Jadi, untung yang didapatkan diperoleh dari selisih harga saat melakukan investasi dan dicairkan.
  • Emas memiliki harga yang fluktuatif, seperti halnya saham atau valuta asing. Namun, nilai dari emas itu sendiri tidak akan berubah sampai kapan pun, misal 1 gram hari ini tetap akan menjadi 1 gram tahun depan.
  • Likuiditas emas cukup tinggi dibandingkan produk investasi lainnya. Emas yang dibeli dalam bentuk batang bisa dicairkan langsung pada lembaga keuangan yang menyediakannya, salah satunya Pegadaian. Selain itu kalau ingin dijual di toko emas juga akan tetap laku terjual. Dengan likuiditas yang bagus ini, kalau butuh sewaktu-waktu bisa digunakan.
  • Selain emas dalam bentuk fisik, kamu juga bisa melakukan investasi emas dengan cara yang berbeda. Salah satunya adalah menabung emas. Ya, di sini kamu menabung dengan uang dan selanjutnya akan dikonversi dalam bentuk gram emas. Pegadaian menyediakan layanan ini dalam bentuk Tabungan Emas, yang mana kamu bisa menabung mulai dari Rp 5.000-an atau setara dengan 0,01 gram.
  • Emas mudah didapatkan dan banyak penyedia yang menawarkan beli dalam ukuran kecil atau mengangsur. Kalau ini yang menjadi pilihan kamu, kamu bisa memanfaatkan layanan Mulia Personal, yang mana emas batangan bisa diangsur sampai dengan 36 bulan.

Karakteristik Investasi dengan Deposito

Karakteristik deposito atau simpanan berjangka yang cocok untuk investasi terdiri dari:

  • Dibandingkan dengan jenis investasi lain, deposito termasuk yang tidak banyak memiliki risiko. Yang kamu lakukan hanya menyimpan uang selama periode tertentu dan mendapatkan bunga yang telah disepakati di muka. Bunga atau bagi hasil ini akan diberikan saat jatuh tempo.
  • Bunga yang diberikan tetap sama sampai kapan pun. Bahkan jika dibandingkan dengan bunga tabungan biasa, deposito menawarkan yang jauh lebih besar. Dengan suku bunga yang besar ini deposito bisa diandalkan untuk mendapatkan penghasilan pasif setiap beberapa bulan atau tahun sekali.
  • Deposito bisa digunakan untuk jaminan kalau sedang butuh uang. Karena tidak bisa mengambil tabungan yang sedang didepositokan, bank akan menawarkan pinjaman sementara kalau kamu sedang ada pada kondisi darurat. Besar pinjaman bisanya 60-90 persen dari deposito yang kamu miliki.

Emas atau Deposito, Mana yang Harus Dipilih?

Setelah membaca karakteristik emas dan deposito di atas, kita bisa membuat sedikit kesimpulan terkait mana yang lebih baik dari keduanya. Simak kesimpulan di bawah ini dan gunakan sebagai acuan sebelum memutuskan.

  • Tingkat likuiditas dua produk investasi di atas berbeda. Kalau kamu ingin produk yang mudah dicairkan kalau sedang butuh uang cepat, emas bisa diandalkan. Produk ini mudah dijadikan uang dengan mudah.
  • Kedua jenis produk investasi di atas mudah sekali dibuat. Kamu hanya perlu membuka tabungan deposito atau membeli/mengangsur emas pada lembaga keuangan yang terkait.

Nah, inilah ulasan tentang investasi emas dan deposito. Mengenai mana yang bisa dipilih, ingat kata investor besar Warren Buffet: aturan pertama saat melakukan investasi, jangan sampai rugi. Aturan kedua, kembali ke aturan pertama. Yuk, cerdas berinvestasi!