Simak penjelasan mengenai perkembangan investasi Indonesia berdasarkan prediksi pakar ekonomi.
Bagikan:

Selama dua tahun terakhir, perkembangan investasi di Indonesia terus merangkak naik—terlebih sejak keran investasi asing dibuka. Terhitung sampai bulan Maret 2018, investasi di Indonesia mencapai Rp185,3 triliun. Angka ini memang belum mencapai target, tetapi sudah bergerak ke arah positif.

Pertumbuhan investasi tahun 2018 didorong oleh beberapa sektor usaha. Dari mulai properti, industri logam, transportasi, telekomunikasi, gas, sampai perkebunan. Ada juga yang berinvestasi melalui startup di Indonesia. Namun, jumlahnya tidak banyak—hanya startup ternama.

Lalu, seperti apa perkembangan investasi di Indonesia tahun 2019 mendatang? Dilansir dari berbagai sumber, berikut prediksinya.

Investasi Diprediksikan Melambat

Siklus pertumbuhan investasi di tahun 2019 diperkirakan mengalami penurunan. Pasalnya, di tahun tersebut, akan diadakan pesta demokrasi. Ada pemilihan presiden, kepala daerah, dan calon anggota legislatif. Semuanya dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut keterangan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi yang melambat di tahun 2019 disebabkan oleh peraturan. Penanam modal akan menunggu sampai Pemilu usai untuk melihat kebijakan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

BKPM Memprediksikan Investasi Bertumbuh 7 Persen di Tahun 2019

Di sisi lain, BKPM memprediksikan, investasi mungkin bertumbuh 7 persen. Syaratnya, nilai tukar rupiah harus stabil. Jika tidak, kondisi investasi tetap stagnan seperti dulu. Selain itu, pertumbuhannya juga harus diimbangi dengan kebijakan pemerintah daerah.

Investasi Bakal Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi 2019

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menargetkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2019 mencapai 5,3 persen. Meskipun sekarang nilai tukar rupiah sedang melemah, peningkatan investasi mungkin terjadi di tahun tersebut.

Itu sebabnya, investasi disebut sebagai sektor andalan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Adanya pembiayaan dari investor memungkinkan perkembangan di berbagai bidang, khususnya infrastruktur.

Investasi Emas Tetap Potensial di Tahun 2019

Berbahagialah kamu, jika sudah memiliki investasi emas di Pegadaian atau lembaga perbankan. Pasalnya, harga emas diprediksikan naik di tahun 2019. Apalagi didukung pelemahan dolar AS, emas menjadi instrumen terbaik untuk menempatkan uang di masa sekarang.

Menurut Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, harga emas diperkirakan rebound pada kuartal terakhir di tahun 2018. Melek mengatakan, bahwa kemungkinan harganya mencapai US$ 1.375 per ons/troi. Menariknya, harga emas diprediksikan mencapai level terkuat sekitar US$ 1.400 per ons/troi pada akhir tahun 2019 mendatang.

Lalu, apakah investasi emas hanya bisa dilakukan kalangan tertentu? Tentu saja tidak; kamu juga dapat berinvestasi dari yang paling kecil nominalnya, seperti Tabungan Emas dari Pegadaian yang menyediakan layanan investasi emas mulai dari Rp 6.000-an. Kata Warren Buffet, “If you don’t find away to make money while you sleep, you will work until you die.” Menurutnya, investasi bisa menjadi bekal kamu di hari tua nanti.

Nasib Investasi Startup di Tahun 2019

Hingga tahun 2018, ada tiga startup Indonesia yang berhasil menjadi unicorn. Sampai saat ini, omset ketiga startup itu tergolong paling tinggi di Indonesia. Lebih lanjut, pemerintah berharap muncul startup unicorn baru.

Kemajuan startup tidak terlepas dari peran investor. Menurut penelitian Google dan AT Kerney, minat investor untuk menanamkan modal di startup Indonesia semakin meningkat. Hal ini tentunya menjadi peluang besar bagi startup agar lebih berkembang.

Harapannya, di tahun 2019 mendatang, investor melirik startup kecil yang memiliki potensi berkembang. Meskipun demikian, tetap saja startup kecil sulit mengejar posisi tiga ikon unicorn, yaitu Tokopedia, Traveloka, dan GO-JEK.

Tahun 2019, Indonesia Masih Menjadi Negara Tujuan Investasi

Walaupun investasi diprediksikan menurun di tahun 2019, Indonesia tetap dinobatkan sebagai “Negara Tujuan Terbaik Investasi Kedua di Dunia 2018”. Gelar tersebut diberikan karena iklim investasi di Indonesia yang dirasa ramah bagi para investor.

Tahun 2019, Indonesia mungkin bersaing ketat dengan Filipina—yang menjadi negara tujuan investasi terbaik pertama di dunia. Artinya, Indonesia kalah satu poin dengan Negara Filipina. Meski begitu, investasi tetap berjasa bagi pembangunan, pendidikan, dan pertumbuhan perekonomian di Indonesia.

Itulah ulasan tentang perkembangan investasi di Indonesia pada tahun 2019. Kamu yang baru memulai usaha, bersiap lah menghadapi perubahan iklim investasi pascapemilihan presiden. Dari sekarang, pastikan kamu memiliki cukup modal untuk investasi.