Tradisi lebaran berikut ini dapat berpengaruh pada keuangan.
Bagikan:

Lebaran merupakan salah satu liburan nasional yang paling dinanti-nanti umat Islam, terutama yang bermukim di Indonesia. Perayaan hari besar keagamaan ini memang hanya berlangsung sehari, tetapi euforianya mampu membuat kita mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan jauh-jauh hari.

Tidak heran jika menjelang lebaran, harga barang-barang kebutuhan pokok naik diiringi dengan harga kebutuhan lain yang tidak stabil. Inilah mengapa saat lebaran transaksi ekonomi cenderung ramai dibanding hari-hari biasanya. Sadar atau tidak, hal semacam ini telah menjadi tradisi turun menurun.

Mungkin ini yang menjadi salah satu alasan kenapa banyak orang yang merasa “bangkrut” setelah lebaran. Uang yang mereka kumpulkan selama 11 bulan bekerja seperti habis dalam sekejap hanya untuk memenuhi kebutuhan lebaran. Untuk mengantisipasi hal ini mari kita analisa apa saja sih hal-hal menarik tentang tradisi lebaran yang membuat kondisi keuangan kita berubah setelahnya?

Berikut ulasannya!

  1. Mudik ke Kampung Halaman

Lebaran dan mudik adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keinginan untuk berkumpul bersama keluarga saat hari suci membuat banyak orang pulang ke ke kampung halaman. Tidak heran jika pada saat itu, banyak tiket transportasi umum yang habis karena telah dipesan dari jauh-jauh hari.

Tapi sadarkah kita, bahwa ternyata mudik merupakan salah satu tradisi hari raya yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan? Bayangkan saja mulai dari persiapan keberangkatan, selama perjalanan, saat berada di kampung halaman, hingga ketika kembali lagi ke rumah, mudik akan membuat kita mengeluarkan banyak uang.

Sebagian orang yang pintar mengatur keuangan mereka, mungkin masih memiliki sedikit dana begitu lebaran usai. Tapi bagi sebagian yang lain, momen setelah lebaran mungkin akan membuat tabungan mereka habis sampai tidak memiliki sisa dana sedikitpun.

Kondisi ini tentu saja tidak sehat. Untuk mengantisipasinya, penting bagi kita merencanakan keuangan lebaran dari jauh-jauh hari. Jadi sebelum terlambat, menabunglah sebisa mungkin untuk bekal mudik agar begitu lebaran usai, kondisi keuangan tetap stabil.

  1. Belanja Hari Raya

Membeli pakaian baru, kue kering, dan memasak masakan istimewa dalam jumlah besar saat hari raya mungkin terlihat sebagai hal biasa. Tapi tahukah Anda? Tradisi lebaran ini membuat harga barang di pasaran naik drastis. Akibatnya biaya yang dikeluarkan untuk belanja melebihi dana yang telah disiapkan jauh-jauh hari.

Ini salah satu alasan mengapa setiap lebaran usai, banyak orang yang justru merasa “bangkrut.” Untuk mengantisipasi keadaan semacam ini, bersikaplah lebih bijaksana, Meskipun sudah menjadi tradisi, bukan berarti kita harus mengikutinya tanpa peduli keadaan keuangan diri sendiri.

Seperti misalnya, saat lebaran tidak harus menggunakan pakaian baru, Anda bisa menggunakan koleksi pakaian lama yang masih layak. Pangkaslah pengeluaran yang tidak terlalu dibutuhkan agar saat lebaran usai, kita masih bisa hidup layak tanpa harus khawatir karena tidak memiliki uang sama sekali.

  1. Memberi Angpao pada Sanak Saudara

Selain yang telah disebutkan, memberi angpao hari raya pada kerabat dan keluarga saat lebaran ternyata juga dapat mempengaruhi kondisi keuangan. Untuk mengantisipasi hal ini, pilahlah anggota keluarga yang akan diberi angpao. Tetapkan pula nominal yang sesuai, tidak banyak dan tidak sedikit, untuk dibagikan.

Pastikan pula bahwa dana yang dikeluarkan untuk angpao hari raya sesuai dengan bujet agar begitu semua usai, kita masih memiliki sisa dana yang dapat membantu menstabilkan kondisi keuangan setelah lebaran.

Mengeluarkan banyak uang saat hari raya memang suatu hal yang tidak bisa dihindari, tapi dampaknya masih bisa diminimalisasi agar perekonomian tetap stabil. Cara lain yang bisa dilakukan agar kondisi keuangan senantiasa sehat adalah dengan memanfaatkan layanan Pegadaian SDB.

Pegadaian SDB atau Safe Deposit Box merupakan jasa penyewaan kotak penyimpanan barang dan surat berharga. Dengan memanfaatkan layanan ini kita tidak perlu khawatir meninggalkan aset berharga saat mudik. Aset yang mungkin saja akan membantu menstabilkan kondisi keuangan pasca lebaran tersebut bisa tersimpan aman di ruangan khusus yang kokoh sekaligus tahan bongkar dan api.

Untuk memanfaatkan layanan dari Pegadaian ini, Anda hanya perlu membayar biaya pendaftaran sekitar Rp10.000 saja. Dengan biaya tersebut, nasabah berhak menggunakan SDB selama satu tahun dan akan diperpanjang otomatis begitu tenggang waktunya tiba. Menarik bukan?

Jadi tradisi lebaran manakah yang menurut Anda paling mempengaruhi kondisi finansial?