Bagikan:

Emas dan emas batangan adalah hal yang tidak asing bagi kita, barang yang satu ini sangat populer di dunia investasi. Harga emas yang selalu naik setiap menit, membuat pemodal sangat antusias untuk menginvestasikan modalnya dalam bentuk ini. Berbicara tentang emas tentunya tak terlepas dari perannya sebagai penyempurna tampilan wanita, kalung, cincin, anting, gelang, bahkan gigi atau baju emas, yang siap memamerkan dirinya untuk kepentingan estetika sang pemilik. Emas lebih dikenal dalam bentuk perhiasan, tetapi emas batangan ternyata memiliki fakta dan sejarah yang menarik.

Dari mana emas berasal? Legenda Barat menyebutkan bahwa emas adalah hasil kerja keras kurcaci yang disimpan di dalam sebuah pot di ujung pelangi. Namun, dapatkah kita menemukan emas di ujung pelangi? Menemukan ujung pelangi saja mustahil, apalagi pot yang berisi emas. Akan lebih baik bila kita mencari jawabannya lewat sains.

Emas batangan tidak langsung berbentuk batangan seperti yang biasa kita lihat. Emas adalah salah satu elemen yang terkandung di dalam batuan. Faktanya, emas berasal dari luar angkasa. Asal-usul emas adalah dari sebuah bintang besar yang ketika meledak menjadi supernova. Kemudian, proses pembentukan emas terjadi. Hal ini dibuktikan setelah para ilmuwan meneliti contoh batu purba, dan ditemukan bahwa emas tiba di bumi muda tercipta melalui asteroid.

Selain itu, hal ini juga diperkuat dengan fakta bahwa emas lebih sering ditemukan di planet lain dibandingkan di bumi. Dari fakta-fakta ini disimpulkan bahwa emas tidak berasal dari bumi, namun datang ke bumi dari luar angkasa.
Penelitian menarik lainnya mengemukakan bahwa pada saat pembentukan planet, sebuah besi berat tenggelam di tengah pembentukan inti bumi. Besi ini pun turut membawa elemen lain, salah satunya adalah emas. Diperkirakan bahwa di dalam besi ini terkandung sebagian besar emas yang ada di planet bumi. Dari perkiraan tersebut muncul asumsi bahwa sebagian besar kandungan emas di bumi ada di inti bumi, bukan di lapisan luar. Ada fakta menarik bahwa masih terdapat emas yang belum tersentuh di benua Antartika. Selain itu, para ilmuwan percaya bahwa dari 152.000 metrik ton emas yang telah ditemukan, masih terdapat delapan kali lipatnya yang belum dapat diakses.

Bentuk emas sebelum menjadi emas batangan adalah butiran-butiran yang terkandung di dalam batuan. Para penambang harus memahat dan mengambil bongkahan-bongkahan batuan yang mengandung emas di alam. Kemudian, bijih emas diekstraksi untuk dipisahkan dari batuan lainnya. Batuan emas berwarna kuning mengilat dan bertekstur lembek.

Untuk membuat emas batangan, bijih emas dipanaskan pada suhu setinggi 1000 derajat Celcius hingga lebur menjadi cairan kental. Cairan ini kemudian dicetak dan didinginkan dalam cetakan berbentuk batangan. Ada baiknya Anda membeli emas batangan dengan ukuran yang besar, karena semakin besar ukuran emas batangan yang kita miliki, semakin besar juga nilai investasinya. Hal ini disebabkan Antam mematok harga cetak yang lebih besar untuk emas batangan dengan masa yang rendah.

Apakah Anda tertarik dengan investasi emas? Untuk investasi emas batangan adalah pilihan yang lebih menguntungkan dibanding perhiasan emas, karena Anda tidak perlu membayar ongkos pembuatan.