Bagikan:

Menabung tentunya bukan kebiasaan yang asing bagi mayoritas anak muda. Sejak usia belia sampai beranjak dewasa, orang tua pasti sering menganjurkan anak untuk menyisihkan sebagian uang jajannya ke dalam tabungan. Tapi selain menabung uang, menabung emas ternyata juga sangat menarik untuk dicoba.

Sebagai tren kekinian, menabung emas bisa jadi cara tepat untuk berlatih investasi jangka panjang. Kalau membahas investasi, sebagian besar anak muda mungkin hanya mengenal investasi dalam bentuk saham atau pasar uang saja. Padahal investasi yang sesuai dengan jumlah bujet dan berisiko rendah, juga bisa dilakukan dengan menabung emas.

Salah satu jenis emas yang paling populer untuk ditabung adalah emas batangan. Melakukan investasi jenis emas ini sedini mungkin bisa memudahkan Anda menyusun berbagai rencana di masa depan. Apabila Anda masih ragu untuk memulai, 5 alasan berikut ini bisa jadi pertimbangan yang masuk akal agar Anda segera menabung emas.

1. Syaratnya Sederhana, Manfaatnya Jangka Panjang

Menabung emas sejak dini akan memudahkan Anda menyusun rencana jangka panjang, misalnya sebagai modal nikah. Emas juga dapat diubah menjadi perhiasan, seperti cincin, gelang, dan kalung, dengan kadar yang tidak berubah. Ketika emas akan dijual kembali, harga yang bisa diperoleh akan tetap senilai dengan bentuk sebelumnya. Salah satunya bisa dengan menabung emas lewat Tabungan Emas dari Pegadaian. Persyaratan pun tidak rumit, antara lain:

  • Membuka rekening Tabungan Emas, dengan mengisi formulir pembukaan rekening. Siapkan fotokopi KTP dan pembayaran administrasi sebesar Rp 10 ribu dan biaya fasilitas titipan selama satu tahun sejumlah Rp30 ribu.
  • Proses pembelian emas dapat dilakukan mulai dari Rp 5.000-an atau setara dengan emas 0,01 gram.
  • Menabung emas tidak terikat jangka waktu. Anda bisa mengisi saldonya setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan.
  • Tabungan Emas bisa diambil apabila saldo yang Anda miliki telah mencapai nominal setara 1 gram emas.
  • Jika Anda ingin menabung emas batangan, lakukanlah order pencetakan dan pembayaran sesuai pilihan keping 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, dan 100 gram. Setiap pencetakan memiliki biaya yang berbeda sesuai denominasi. Biasanya antara Rp80-600 ribu.

2. Nilainya Relatif Stabil, Bahkan Cenderung Naik

Karena harga emas ditentukan oleh nilai emas itu sendiri dan disepakati oleh pasar internasional, maka nilainya relatif stabil. Nilai ini bahkan cenderung naik dan tidak terpengaruh oleh inflasi. Berbeda dengan investasi saham yang fluktuatif, emas bisa berguna untuk jangka panjang karena memiliki potensi untuk memberikan keuntungan.

3. Pencairannya Mudah, Pajaknya Ringan

Jika investasi seperti obligasi dan properti membutuhkan pihak kedua untuk bisa dijual kembali, ketentuan pencairan untuk emas lumayan berbeda. Tingginya likuiditas emas membuat emas lebih mudah dicairkan dan dijual kembali dalam waktu singkat. Kemudahan ini memungkinkan Anda untuk menyiasati kebutuhan/dana darurat. Tempat pencairan emas pun tidak sulit ditemukan, sehingga dana darurat bisa dicairkan tanpa menghabiskan waktu. Selain itu, pajak emas pun tergolong ringan karena logam mulia ini terhitung sebagai bahan baku perhiasan. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 107/PMK.010/2015, Pajak Penghasilan (PPh) untuk emas batangan sekitar 0,45 persen. Tapi pajak emas tidak berlaku dalam kegiatan impor dan ekspor.

4. Risikonya Rendah

Kenaikan harga barang sebagai akibat inflasi tidak akan memengaruhi nilai tukar emas. Demikian pula dengan kebijakan pemerintah yang tidak akan berdampak pada harga emas. Dengan demikian risiko dan margin kerugian menabung emas lumayan rendah. Namun Anda juga harus memperhatikan berbagai risiko lain, seperti kehilangan karena tidak disimpan dengan benar, penipuan karena kurang paham membedakan tingkat kemurnian emas, hingga risiko penurunan nilai akibat emas tidak terawat.

5. Pengelolaannya Bisa Dilakukan Sendiri

Kabar baik dalam mengelola tabungan atau investasi emas adalah tersedianya cara pengaturan yang dapat Anda kendalikan sendiri. Kuasa penuh Anda terhadap emas tidak akan bergantung pada pihak lain. Terbukti, Anda bisa bebas menambah berat, mencairkan, atau menjual kembali logam mulia ini. Tapi pastikanlah Anda menyimpan emas dengan aman dan lakukan perawatan dengan baik.

Dengan mencermati 5 alasan menabung emas di atas, tidak perlu ada lagi sanggahan yang tidak masuk akal. Segeralah memulainya agar niat jangka panjang bisa direncanakan jauh hari. Selamat mencoba, ya!