Bagikan:

Setiap permasalahan pasti punya penyelesaian. Berjuang dari titik nol bukanlah hal yang mustahil untuk meraih kesuksesan. Itulah yang dibuktikan oleh sosok Haji Rahmat, ayahanda dari H Ade Purnama yang kini meneruskan bisnis Rahmat Vermak Jeans.

Haji Rahmat memang jago soal jins. Dari vermak sampai bikin baru. Tak heran kalau para pelanggan menjulukinya ‘’raja jins’’, Rahmat jago jins. Siapa sangka, bisnis yang mempekerjakan 72 penjahit di enam outlet itu berawal dari modal gadai untuk membeli sebuah mesin jahit rombengan?

Sebelumnya, Rahmat justri melakoni pekerjaan sebagai tukang batu dan tukang ojek. Hasilnya gagal total. Penghasilannya pas-pasan. Ekonomi rumah tangganya juga kacau-balau.

Setelah berganti-ganti pekerjaan beberapa tahun, Rahmat memutuskan pindah dari Tasikmalaya ke Depok. Rahmat sudah bertekat akan mengadu nasib sebagai penjahit. Dengan modal nekat, Rahmat memboyong Masyitoh, istrinya.

Berawal dari mengontrak sepetak kamar untuk ditinggali dan menggadaikan barang-barangnya, Rahmat pun membeli mesin jahit bekas dengan harga 12 ribu saja. Kemudian karena keterbatasan tempat, Rahmat mulai menawarkan jasa permak jeans dibawah pohon Akasia. Rupanya pesanan membuat jeans semakin meningkat. Pada akhirnya Rahmat dapat membayar sewa tempat bisnis yang layak serta memiliki pegawai.

Walau sudah semakin maju, perjalanan usaha Rahmat bukannya tanpa kesulitan. Beberapa kali Rahmat harus mencari tambahan modal karena mendapat pesanan baju dan celana seragam dalam jumlah besar.

Dalam kondisi normal, modal kerja sudah diperhitungkan dengan jumlah yang cukup untuk satu bulan. Karena mendapat pesanan besar, dana yang disiapkan menjadi tidak cukup. Satu-satunya jalan adalah mencari tambahan modal dengan cepat.

Pegadaian menjadi ‘’sahabat’’ Rahmat pada saat-saat sulit. Dengan menggadaikan barang-barangnya yang berharga, Rahmat mendapatkan dana segar untuk memenuhi permintaan konsumennya.

Baca juga  Pegadaian KRASIDA dan Peluang Bisnis Jelang Tahun Ajaran Baru

‘’Itulah manfaat Pegadaian bagi pengusaha. Kebutuhan modal bisa muncul kapan saja. Bahkan sering butuh dana seketika. Tidak hanya orang-orang kecil yang belum bankable yang membutuhkan Pegadaian. Yang sudah dipercaya bank pun masih butuh Pegadaian,’’ kata H Ade Purnama, anak kedua pasangan Rahmat – Masyitoh yang kini meneruskan usaha Rahmat Vermak Jeans itu.

Anda ingin mendapatkan info lebih banyak tentang perjalanan Rahmat dan H Ade Purnama dalam memperluas bisnis mereka? Segera download ebook “Semua Orang Bisa Sukses” Part 2. Ada beragam kisah menarik lainnya yang dapat memberikan Anda inspirasi untuk mengembangkan bisnis. Ingin jadi pebisnis sukses, siapa takut?