Bagikan:

Anak-anak dengan berbagai peringkat umur, mulai dari balita hingga usia belasan tahun merupakan target dalam industri mainan anak. Sifat anak-anak yang mudah bosan, selalu tertarik dengan mainan model baru, dan promosi mainan yang sangat gencar di televisi, menyebabkan mereka selalu meminta dibelikan mainan.

Hal inilah yang kadang membuat orangtua pusing. Di saat kebutuhan sedang banyak-banyaknya dan anak merengek minta mainan, saat inilah puncak keresahan mereka. Sebagai calon pengusaha, Anda bisa melihat situasi ini sebagai peluang. Selain mendapatkan keuntungan, Anda juga dapat membantu menyelamatkan kantong para orangtua. Dengan menyewakan mainan anak, Anda memegang pasar potensial yang tidak akan pupus selagi anak-anak masih gemar bermain.

Untuk merintis usaha ini, ada beberapa cara yang harus Anda lakukan seperti berikut:

  1. Menentukan Lokasi Usaha

Mempunyai tempat tinggal di kawasan perkampungan yang ramai dengan anak kecil, menjadi nilai tambah untuk Anda. Dengan membuka usaha sewa mainan anak di rumah, Anda sudah bisa mendapatkan pelanggan. Cukup menyediakan halaman atau ruangan di rumah untuk tempat bermain dan membuat spanduk, jadilah tempat usaha.

Alternatif lain, bisa memanfaatkan taman bermain di dekat kawasan Anda, arena pasar malam, atau tempat rekreasi. Anda bisa mengajukan kepada pengelola untuk membuka lapak di sana dengan membayar retribusi.

Jika modal usaha Anda cukup besar, sewa ruko adalah pilihan tepat. Namun, pastikan lokasinya strategis, contohnya dekat dengan pusat perbelanjaan atau sekolah.

Di sini yang menjadi pertanyaan, seberapa besar modal yang Anda perlukan untuk merintis usaha ini? Tentu harus disesuaikan dengan kemampuan Anda, yang mana bisa dimulai dengan modal yang tidak terlalu banyak. Jika kebetulan di rumah Anda memiliki kendaraan, tidak ada salahnya untuk menjadikan barang tersebut sebagai jaminan modal usaha. Karena Pegadaian sekarang menyediakan kredit angsuran bulanan untuk pengembang UMKM dengan jaminan BPKB kendaraan bermotor yang dinamakan dengan Kreasi. Di sini Anda akan mendapatkan pinjaman mulai dari 1 juta rupiah dengan proses yang cepat, mudah, aman, dan jangka waktu yang fleksibel sampai dengan 36 bulan.

  1. Menyediakan Berbagai Jenis Mainan
Baca juga  Ingin Memulai Bisnis Event Organizer? Yuk, Baca Tiga Hal Berikut!

Targetkan mainan yang Anda sewakan ke kelompok usia tertentu. Jika Anda menargetkan anak usia sepuluh hingga belasan tahun, mainan yang cocok untuk mereka yaitu konsol game dan robot rakitan. Sediakan berbagai jenis game dan robot yang cukup menantang dan disukai.

Lain halnya untuk balita hingga usia sepuluh tahun, biasanya mainan anak yang bisa disewakan meliputi mobil-mobilan yang bisa dikendarai, mobil remote control, rumah balon, atau set permainan Lego. Sediakan mainan yang beragam, dengan jumlah yang memadai.

Anak kecil cenderung tertarik pada barang yang dipegang oleh anak lain, sehingga Anda perlu menyediakan beberapa barang untuk item yang sama.

  1. Telaten Membereskan Mainan

Sudah menjadi tabiat anak-anak ketika bermain, mereka seringkali meninggalkan mainan begitu saja setelah memainkannya. Tidak jarang, belum sempat dibereskan mereka sudah beralih ke mainan yang lain. Lebih parahnya jika mainan rusak, patah, tergores atau penyok.

Anda harus telaten memeriksa mainan serta memperbaikinya sebelum kerusakan kecil menjadi besar karena dimainkan terus menerus. Tegur dan ingatkan anak-anak secara baik-baik jika sudah mulai bersikap agresif terhadap mainan yang dimainkannya. Bila perlu, minta orangtua mereka menegur untuk menghindarkan dari kerugian.

Susun mainan dengan rapi setelah penyewa selesai menggunakannya. Selain tempat terlihat teratur, dengan cara ini Anda bisa mengecek kondisi mainan. Untuk mainan berukuran kecil, pastikan tidak tercecer atau hilang.

  1. Menetapkan Harga Sewa

Tetapkan tarif mainan sesuai jenis dan lama mereka bermain. Mainan yang Anda beli dengan harga mahal tentunya harus disewakan dengan harga yang lebih mahal. Kemudian lamanya sewa, bisa Anda patok dengan hitungan per jam atau per putaran (untuk mainan kendaraan yang bisa dinaiki). Target keuntungan yang Anda inginkan juga jadi pertimbangan untuk menentukan harga sewa.

Baca juga  Apa Saja Usaha yang Masih Jarang tapi Menguntungkan?

Namun jangan lupakan faktor luar seperti harga yang ditawarkan oleh kompetitor dan minat penyewa terhadap mainan yang Anda sewakan. Upayakan harga yang ditetapkan tidak terlalu mahal dibandingkan tempat sewa mainan anak sejenis di dekat daerah Anda.

Perhitungkan juga jika mainan rusak akibat kelalaian penyewa. Kenakan denda yang sesuai untuk kebaikan Anda dan pelanggan.

Itulah beberapa langkah yang bisa Anda perbuat untuk memulai usaha sewa mainan anak. Meski terlihat sederhana, usaha ini cukup banyak tantangannya. Mainan baru yang terus dikeluarkan oleh produsen mau tak mau membuat Anda harus menyesuaikan agar tidak ditinggalkan pelanggan. Hadirnya pesaing usaha, juga hal lain yang harus diantisipasi.

Lakukan inovasi dalam usaha Anda, berikan promosi-promosi menarik agar tempat penyewaan Anda tetap eksis. Tawarkan keunikan dalam usaha Anda, seperti kata Aristotle Onassis, “Rahasia dalam bisnis yaitu mengetahui apa yang tidak diketahui orang lain”.

Poin yang terakhir, yaitu mengantisipasi komplain orangtua. Jika Anda membuka usaha di kawasan perumahan, mungkin masalah ini akan timbul. Tetapkan jam yang sesuai untuk mengoperasikan jasa sewa mainan anak Anda. Usahakan tidak buka hingga terlalu malam atau membiarkan anak yang masih berseragam sekolah di jam sekolah berada di tempat Anda.

Demikian masukan dan cara merintis usaha sewa mainan anak yang dapat dipaparkan di sini. Semoga bisnis Anda dapat menghasilkan keuntungan dan kegembiraan untuk semua.