Bagikan:

Sebagai salah satu model bisnis yang dikembangkan mulai abad 20, usaha franchise cukup diperhitungkan. Dikenal juga dengan istilah waralaba, jenis bisnis ini mudah dijumpai di sekitar Anda. Waralaba asal Amerika Serikat dan Italia adalah contoh yang mendunia dan sangat dikenal di berbagai negara.

Dengan metode berbasis kontrak kerja antara pemilik waralaba (franchisor) dan penerimanya (franchisee), usaha franchise memerlukan kesepakatan yang saling produktif. Melalui kesepakatan inilah, lisensi kerja sama dan teknis penjualan sekaligus pemasaran akan ditentukan dalam periode tertentu.

Selain eksistensi franchise internasional, beberapa waralaba domestik juga mampu mencuri perhatian dan layak diteladani. J.Co Donuts and Coffee serta Kebab Turki Baba Rafi menjadi merek yang tidak asing di telinga. Dirintis oleh Johnny Andrean pada Mei 2006, J.Co banyak menghiasi kota-kota besar dan bandara di Indonesia.

Mengandalkan donat dengan topping berkualitas tinggi, seperti almond, white chocolate, dan matcha, J.Co telah mencuri perhatian pecinta kuliner dan berinovasi dengan 45 pilihan rasa. Sejak membuka cabang pertamanya di Malaysia tahun 2007, kini jumlah toko J.Co sudah mencapai lebih dari 275 rantai.

Di kota-kota besar Indonesia Anda juga bisa menemukan gerai Kebab Turki Baba Rafi dengan sangat mudah. Berdiri dengan modal awal Rp 4 juta pada tahun 2003, Hendy Setiono sudah mampu membuka 6 cabang Kebab Turki Baba Rafi pada tahun pertamanya.

Pada tahun 2006 sebanyak 100 gerai Kebab Turki Baba Rafi mulai menyebar luas ke 16 kota besar seluruh Indonesia. Serupa J.Co, Kebab Turki Baba Rafi juga berhasil melebarkan sayapnya ke negara-negara tetangga. Tercatat jumlah 42 gerai mereka berada merata di Malaysia, Filipina, Thailand, serta Sri Lanka.

Baca juga  4 Bisnis Anak Kuliahan yang Inspiratif

Meskipun kebetulan keduanya berbisnis dalam bidang makanan, tapi sebenarnya banyak bidang lain yang tidak kalah menjanjikan untuk dijalankan dengan sistem franchise. Pada sektor jasa saja Anda punya peluang besar di sektor laundry dan perawatan kendaraan.

Akan tetapi, kesepakatan yang produktif dalam usaha franchise tidaklah semulus yang dibayangkan. Risiko yang relatif rendah jika menjalankan merek sendiri, juga tidak menjamin usaha franchise Anda akan melenggang tanpa hambatan. Selain timing, diperlukan sebuah tim solid yang akan menjadi modal berharga untuk mendapatkan kesepakatan terbaik.

Sambil mengingat ucapan Jack Ma, pendiri dan Executive Chairman Alibaba Group bahwa,

You need the right people with you, not the best people.

Anda perlu mencermati 6 tips sukses memulai usaha franchise bagi pemula, berikut ini:

1. Menyiapkan Sistem yang Solid

Usaha franchise memang bisa berjalan dengan mengikuti sistem dari franchisor. Namun tidak berarti Anda boleh bersantai dan hanya menunggu kendali saja. Inisiatif untuk melakukan beberapa penyesuaian di lokasi-lokasi penjualan tertentu, merupakan contoh penyiapan sistem, rencana, dan tim yang berujung pada kesepakatan produktif.

2. Mengajukan Proposal yang Efektif dan Efisien

Apabila Anda baru akan memulai usaha franchise, segala perencanaan harus disiapkan dengan efektif dan efisien dalam suatu proposal. Cantumkan juga seluruh informasi terkait detail produk, analisis persaingan, strategi pemasaran, hingga sistem kerja sama dengan pihak lain.

3. Mendukung Pertumbuhan Merek Franchisor

Setelah proposal disetujui dan Anda sudah semakin memahami kesepakatan yang direncanakan, sadarilah bahwa Anda sudah menjadi satu tim dengan franchisor. Segala dinamika bisnis pun harus dievaluasi secara terbuka, karena kesuksesan franchisor sama juga dengan modal sukses usaha Anda.

4. Lakukan Proses Bisnis yang Partisipatif

Baca juga  Tips Menjalankan Bisnis UKM Kreatif

Bahkan tim yang solid dengan sistem kerja terspesialiasi pun masih memiliki celah ketelitian yang lumayan besar. Hindari celah ini agar tidak mengganggu keseluruhan proses bisnis dengan turun langsung ke lapangan. Temukan sendiri cara-cara yang perlu Anda sesuaikan dengan target pelanggan dan perkiraan keuntungan yang lebih baik.

5. Hitung Keuangan Secara Teliti

Kemampuan dasar bagi seorang pebisnis adalah ketelitian mereka menyusun dan menganalisis rencana keuangan, mulai dari pemasukan dan pengeluaran sampai perlunya penambahan modal untuk mengembangkan bisnis franchise. Untuk menambah modal, tidak ada salahnya Anda mengajukan pembiayaan ke pihak ketiga, salah satunya lewat produk Kreasi persembahan dari Pegadaian. Di sini, Anda bisa mendapatkan pinjaman sampai dengan 400 juta rupiah dengan angsuran bulanan yang ringan. Perhatikan segala perincian dengan cermat, agar penghitungan Anda tepat. Sertakan juga penghitungan upah pekera maupun insentif bagi gerai dengan penjualan paling produktif.

6. Perbarui Metode Pemasaran dengan Teknologi

Terlepas dari segala dampak negatifnya, pemanfaatan teknologi yang efektif akan sangat membantu proses pemasaran suatu usaha franchise. Selain jangkauan wilayah promosi yang bisa diperluas, pemasaran dengan teknologi juga memungkinkan Anda untuk mendapatkan evaluasi paling objektif dari testimoni maupun ulasan pelanggan.

Tidak sedikit cerita sukses yang bisa dijadikan panduan untuk mempercepat perkembangan usaha franchise Anda. Jadi, pastikanlah Anda mencermati dengan baik keenam tips di atas agar success story semakin realistis untuk diwujudkan. Selamat mencoba dan semoga sukses!