Bagikan:

Patience is a key element of success. – Bill Gates.

Semua generasi muda pasti menginginkan kesuksesan dari usia yang belia. Memiliki bisnis sendiri dan mampu mendulang kesuksesan darinya pasti menjadi impian yang ingin diraih. Namun, tanpa usaha dan kerja keras, secemerlang apa pun ide yang dimiliki tak akan cukup kuat untuk menjadi realisasi.

Meskipun demikian, ternyata tetap ada generasi-generasi muda yang termotivasi untuk melakukan gebrakan di tengah pesatnya perkembangan dan ketatnya persaingan. Justru, ide dan usaha serta kerja keras yang diberikan telah menjadikan mereka sebagai tokoh inspiratif yang berpengaruh terhadap perkembangan di dunia bisnis. Siapa saja?

Carline Darjanto, Tokoh Inspiratif Muda Pendiri CottonInk

Fashion memang selalu mengalami perubahan setiap waktu. Ini pulalah yang terlintas di benak Carline Darjanto, wanita cantik berusia 30 tahun yang kini telah sukses dengan brand fashion miliknya, CottonInk. Setelah menyelesaikan studinya di Lasalle Collage of Fashion Jakarta, Carline bekerja di sebuah perusahaan garmen.

Bersama Ria Sarwono, sahabatnya sejak SMP, Carline memulai usahanya dengan berjualan kaus dengan gambar muka Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama pada tahun 2008. Bersama, mereka melakukan penjualan melalui media sosial. Sukses dengan penjualannya, tokoh inspiratif muda ini memberanikan diri merilis CottonInk. Sederhana tetapi gaya, itulah slogan yang digunakan Carline untuk membedakan CottonInk dengan bisnis fashion lainnya.

Tak hanya memadukan konsep elegan dan sederhana, Carline terus berusaha untuk berinovasi demi mempertahankan kekukuhan CottonInk di tengah ketatnya persaingan bisnis di bidang fashion. Salah satu cara yang digunakannya adalah dengan memadukan berbagai jenis kain dalam menciptakan pakaian. Tentunya, dengan tetap mempertahankan kualitas dan rancangan demi meningkatkan kenyamanan para pelanggan setianya.

Baca juga  5 Contoh Usaha Kecil di Desa yang Sangat Menjanjikan

Tokoh Inspiratif Muda Pendiri Qlapa, Benny Fajarai

Tokoh inspiratif berikutnya adalah Benny Fajarai yang telah sukses memimpin salah satu e-commerce produk-produk handmade, Qlapa. Ide ini bermula saat Benny melakukan perjalanan ke Bali dan berbelanja barang kerajinan tangan di salah satu Pasar Seni. Potensi industri produk kerajinan tangan yang belum berkembang inilah yang melandasi terbentuknya Qlapa.

Sejak pertama diresmikan tahun 2015 lalu, Benny telah berhasil membuat Qlapa mendapatkan target pasarnya sendiri, khususnya bagi para penikmat benda-benda seni. Tak hanya itu, Benny pun turut turun tangan membantu para pemilik usaha dalam memasarkan produk mereka ke laman Qlapa serta memudahkan komunikasi di antara pemilik dan calon pembeli.

Winston Hutomo, Tokoh Inspiratif Muda Pendiri IDNMedia

Generasi milenial memang sedang menjadi pusat perhatian. Namun, justru inilah yang membuat Winston Hutomo menjadi terkenal. Mantan karyawan Google Singapura ini telah memberikan tempat untuk para remaja dan anak muda unjuk kebolehan dari tulisan di laman resmi IDNMedia. Seperti tak disangka, karena kesuksesan Winston hanya berawal dari celoteh yang ditulisnya melalui portal barunya, IndonesianTimes.

Demi berfokus pada kemajuan portalnya, Winston akhirnya mengajak sang adik untuk turut membantu. Awalnya, IndonesianTimes hanya berisi artikel berita pendek yang tak lebih dari 100 kata. Tujuannya sederhana, agar para pembaca langsung mendapat poin pentingnya. Keunikan inilah yang justru membuat IDNMedia kini begitu digandrungi para muda-mudi yang haus akan tren masa kini.

Alamanda Shantika, Salah Satu Pembesar Nama Go-Jek

Sukses membesarkan nama perusahaan angkutan umum berbasis online pertama di Indonesia rupanya tak membuat Alamanda merasa puas. Mantan Wakil Presiden bagian Teknologi Produk Go-Jek ini akhirnya memutuskan untuk resign dan mencoba berkiprah di ladang baru, Kibar. Di sini, Alamanda bertugas untuk menyukseskan beragam startup layaknya Go-jek.

Baca juga  Bisnis Morat-marit? Inilah Lima Strategi Meningkatkan Keuntungan Bisnis Rumahan!

RedBlood, Aplikasi Donor Darah Milik Leonika Sari Njoto

Tokoh inspiratif terakhir adalah Leonika, yang telah berjasa sebagai pencetus RedBlood, aplikasi penghubung PMI dan rumah sakit yang berfokus pada ketersediaan supply darah. Jadi, jika sebuah rumah sakit kekurangan stok, pemesanan bisa segera dilakukan melalui aplikasi ini. RedBlood berhasil meraih penghargaan dari MITx Global Entrepreneurship Bootcamp yang disponsori oleh MIT.

Masih muda, tapi kisahnya begitu menginspirasi ya? Pastinya ini harus menjadi pembelajaran sekaligus motivasi untuk Anda, terlebih para generasi muda untuk terus aktif dan kreatif serta jeli melihat peluang. Yuk, raih sukses sekarang juga!