Bagikan:

Siapa yang tidak menyukai aneka olahan seafood yang lezat itu? Mulai dari yang berbahan dasar ikan laut hingga kepiting dan kerang, tak ada yang tak menggugah selera. Sayangnya, kemewahan ini biasanya hanya dapat dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir pantai, daerah yang terkenal dengan pasokan ikan laut yang melimpah. Di daerah-daerah yang jauh dari garis pantai, menikmati olahan ikan laut bisa jadi kurang begitu populer. Selain karena harga bahan bakunya mahal, stok yang tersedia juga jarang. Kondisi ini tentu merupakan peluang bisnis yang sangat potensial. Anda dapat meraup untung yang besar hanya dengan menjalankan bisnis ikan laut. Berikut 5 cara untuk memulainya:

1. Lakukan Analisis Bisnis

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menganalisis potensi keuntungan yang akan didapatkan dari bisnis tersebut. Ada berbagai faktor yang memengaruhi keuntungan sebuah bisnis, antara lain banyaknya permintaan dan sedikitnya pesaing yang menggeluti bisnis yang sama.

Kualitas produk juga berkaitan erat dengan tingkat kepuasan pembeli. Jika pembeli semakin puas, penjualan akan meningkat, laba otomatis semakin besar. Nah, dengan perencanaan yang cermat dan sumber daya yang mumpuni, Anda pun dapat mencapai target keuntungan.

Analisis lain yang tidak boleh dilewatkan adalah terkait tantangan-tantangan yang akan Anda hadapi kelak. Seperti diketahui, proses pemindahan ikan laut bersifat gampang-gampang susah. Artinya, dibutuhkan alur dan pengemasan khusus supaya produk tetap segar saat tiba di tujuan.

2. Mempersiapkan Modal

Untuk memulai sebuah usaha, modal adalah faktor penting. Modal tidak selalu berupa uang, tetapi tenaga, waktu, relasi, peralatan, dan sebagainya. Begitu juga ketika memulai bisnis ikan laut, Anda harus mempersiapkan modal secukupnya. Dana ini dibutuhkan untuk membeli bahan baku, menyewa tempat untuk berjualan, hingga mempersiapkan alat untuk pengemasan.

Baca juga  Hidup Sederhana ala Mark Zuckerberg

Nah, Anda bisa mendapatkan modal dengan berbagai macam cara, mulai dengan menabung terlebih dahulu, menjual aset, hingga mengajukan kredit ke bank atau Pegadaian. Salah satunya dengan memanfaatkan produk Gadai Bisnis dari Pegadaian, yang menyediakan layanan fitur Kredit Cepat dan Aman yang tepat untuk pendanaan bisnis. Prosedur pinjamannya mulai dari 100 juta sampai lebih dari 1 miliar rupiah. Untuk mengajukan Gadai Bisnis, Anda perlu membayar biaya administrasi sebesar 100 ribu rupiah dan menyerahkan fotokopi kartu identitas yang berlaku serta barang jaminan berupa emas perhiasan atau batangan.

3. Mencari Pemasok Ikan Laut

Pemasok utama ikan laut adalah para nelayan yang biasanya beraktivitas di daerah pesisir pantai. Dari mereka, Anda akan mendapatkan stok produk segar. Untuk itu, mulailah mencari pemasok yang sesuai dengan bisnis Anda, baik dari segi harga, jenis ikan laut yang tersedia, kualitas, hingga sistem jual beli yang disepakati. Bekerja sama dengan pemasok yang tepat sedikit banyak akan memengaruhi kelancaran bisnis Anda pada kemudian hari.

4. Mencari Lokasi yang Tepat
Jual beli ikan laut lazim dilakukan di sekitar pantai karena alasan kepraktisan. Sayangnya, karena penjual ikan laut juga banyak beroperasi di daerah ini, harganya pun cenderung murah. Jika ingin mendapatkan laba yang lebih besar, cobalah untuk mencari lokasi jual di wilayah yang jarang memiliki pasokan ikan laut.

Salah satu alternatif tempat yang bisa Anda pertimbangkan adalah berjualan di pasar tradisional. Selain itu, Anda juga bisa mencoba untuk membuka gerai sendiri, baik di rumah maupun dengan menyewa tempat. Namun, jangan lupa untuk memastikan tempat tersebut cukup mendukung, baik dari aspek ketersediaan tempat penyimpanan maupun kemudahan untuk dikunjungi calon pembeli.

Baca juga  6 Cara Jitu Mengatur Alokasi Modal Usaha untuk Meningkatkan Keuntungan

5. Mengembangkan Marketing

Tanpa inovasi, mustahil sebuah bisnis bisa sukses. Begitu pula dengan bisnis ikan laut, Anda tentu harus berkutat dengan tingkat kepuasan pelanggan, biaya kirim yang terus meningkat, hingga teknik penyimpanan yang belum memadai.

Hal-hal ini tentu bisa mendorong Anda untuk menyerah. Namun, sebelum memutuskan untuk berhenti, ingatlah kutipan ini dari Jimmy Dean:

Saya tidak bisa mengubah arah angin, namun saya bisa menyesuaikan pelayaran saya untuk selalu menggapai tujuan saya.

Artinya, masalah dalam bisnis pasti akan selalu ada, tetapi Anda sendirilah yang berperan untuk mengubahnya menjadi potensi yang menguntungkan.

Dan tahukah Anda, bahwa hari ini (21/8) Indonesia merayakan Hari Maritim Nasional. Sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia, sudah selayaknya Indonesia menjadi raja di pasar bisnis ikan laut. Nah, apakah Anda sudah siap untuk meraih kesuksesan dengan menjalankan bisnis ikan laut?