pantangan finansial
Bagikan:

Memiliki kondisi finansial yang stabil dan aman adalah impian semua orang. Namun banyak yang belum menyadari sederet pantangan finansial yang harus dihindari agar keuangan tidak mengalami permasalahan. Orang-orang masih sering melakukan pantangan finansial yang seharusnya tidak dilakukan bila ingin mendapatkan kualitas kehidupan yang lebih baik.

Berikut adalah daftar pantangan finansial yang harus Anda hindari:

Selalu Melihat Orang Lain

Salah satu kesalahan yang sangat umum dilakukan orang adalah berusaha tampil seperti teman, keluarga, selebriti, dan trendsetter lainnya. Hal ini sangat membahayakan finansial karena tren memang selalu berubah-ubah. Anda akan membeli barang karena keputusan yang bernilai emosi sesaat saja. Pada akhirnya, kebiasaan ini akan membuat Anda jadi konsumtif dan tidak terkontrol

Lagipula, mungkin saja orang yang Anda lihat keren itu ternyata sedang terjebak utang. Atau bisa saja barang-barang keren yang mereka pakai ternyata barang bekas hasil berburu di pasar loak.

Bila Anda selalu berusaha menyamakan diri atau menyaingi orang lain, Anda akan berakhir tidak pernah puas dengan kondisi Anda, hingga uang Anda habis.

Tidak Berpatokan Pada Anggaran

Jika Anda memutuskan untuk berhenti membandikan hidup dengan orang lain, langkah selanjutnya adalah membuat keuangan lebih teroganisir. Jangan buru-buru lari ketika mendengar kata anggaran. Memang anggaran adalah sesuatu yang seringkali membosankan dan malas untuk diterapkan.

Tapi ini adalah langkah pertama untuk keluar dari kondisi keuangan yang sulit. Anda bisa mulai dengan meghitung uang yang Anda miliki. Sekarang ini sudah banyak situs atau aplikasi yang membantu Anda menghitung anggaran. Namun Anda juga bisa mencoba cara tradisional menggunakan buku dan amplop.

Pisahkan untuk membayar cicilan rumah, asuransi kesehatan, cicilan mobil, listrik, air, dan pembayaran penting lainnya. Caranya ini membuat Anda bisa membayangkan berapa sisa, berapa yang bisa ditabung, dan berapa untuk investasi.

Baca juga  Tips Menabung Saat Gaji Masih Terbatas

Lebih Besar Pasak dari pada Tiang

Ketika semua tagihan sudah dibayar dan uang tersisa banyak, selalu ada godaan untuk menghabiskan entah untuk membeli baju, makanan, nonton bioskop, atau kegiatan menghamburkan uang lainnya.

Akhirnya setelah dihitung-hitung, pengeluaran tetap lebih banyak dari penghasilan. Bagaimana caranya agar pengeluaran Anda terjaga? Berlakukan autodebet untuk menabung agar Anda bisa terhindar dari godaan semacam ini.

Menunda Investasi

Banyak orang menyesal di hari tua karena tidak memulai investasi di masa mudanya. Masa muda identik dengan berfoya-foya. Padahal masa muda justru saat yang paling tepat untuk memulai investasi agar kelak Anda tidak akan hidup kekurangan.

Punya uang lebih jangan hanya disimpan di tabungan, tapi diinvestasikan. Misalnya Anda mendapatkan uang lembur Rp 1 juta, jika diinvestasikan dengan pertumbuhan 10 persen per tahun, maka dalam lima tahun bisa mendapatkan kira-kira Rp 1,5 juta.

Ini jelas lebih baik jika hanya menaruh di rekening tabungan bank yang lama-lama berkurang karena harus membayar administrasi bulanan. Salah satu investasi jangka panjang yang dapat Anda coba adalah investasi emas. Investasi emas memiliki kelebihan yaitu nilainya selalu naik dalam jangka panjang. Selain itu emas juga mudah perjual belikan sehingga bisa menjadi pengganti tabungan uang yang jauh lebih beresiko terkena inflasi.

 

Tidak Memiliki Budget Darurat

Ketika Anda sudah memiliki anggaran yang baik, Anda masih berpeluang mengalami permasalahan keuangan. Misalnya ketika tiba-tiba mobil rusak, dan Anda tidak punya uang, akhirnya Anda menggunakan uang untuk membayar cicilan.

Namun hal ini bisa dicegah asalkan memiliki dana darurat yang jumlahnya minimal enam kali penhasilan per bulan.

 

Itulah 5 pantangan finansial yang harus Anda hindari agar keuangan Anda selamat. Jangan lupa menabung emas di Pegadaian untuk menambah anggaran dana darurat Anda. Semoga bermanfaat!