Bagikan:

Dalam sebuah bisnis, manajemen keuangan adalah kunci utama kestabilan dan kesuksesan usaha yang dilakukan. Tidak peduli seberapa besar atau kecil bisnis yang dijalankan, manajemen finansial haruslah diterapkan dengan tegas. Dengan demikian, aliran dana dapat termonitor dengan baik dan meminimalisasi terjadinya kebocoran yang mengakibatkan kerugian. Cara menyusun manajemen keuangan pun bukan perkara yang terlalu susah sebenarnya. Selama menjalankan prinsip-prinsip dasar seperti berikut ini, Anda dapat mengatur dan memantau laju finansial bisnis dengan lebih mudah.

Menentukan Besarnya Profit yang Ingin Dicapai

Saat menjalankan bisnis, Anda tidak dapat hanya menjalankannya tanpa menentukan besar target keuntungan yang ingin dicapai. Bila hanya menjalankan roda bisnis apa adanya, bisa-bisa Anda justru tekor karena selalu mencapai defisit.

Untuk itu, pastikan besarnya keuntungan yang diharapkan. Sebagai catatan, jangan berambisi untuk mencapai laba yang terlalu tinggi. Buat rencana bertahap dari satu periode ke periode lain. Tak lupa, Anda pun harus selalu melakukan evaluasi dari setiap periode yang telah ditentukan, baik target profit yang direncanakan telah tercapai atau belum.

Membuat Rancangan Anggaran yang Detail

Di samping menentukan target, Anda juga harus cermat dalam memilih usaha yang dilakukan untuk mencapai apa yang sudah ditujukan. Usaha ini tentu akan melibatkan banyak biaya pengeluaran, baik yang bersifat berkala maupun hanya sekali (umumnya untuk aset).

Saat berbicara mengenai rencana penambahan modal untuk pengembangan bisnis, jangan sampai salah arah, carilah pembiayaan yang tepat. Salah satunya bisa dengan menggadaikan surat BPKB kendaraan bermotor untuk mendapatkan bantuan dana tunai maupun transfer. Maka, Anda bisa memanfaatkan produk Kreasi dari Pegadaian. Anda bisa mengajukan kredit mulai dari 1 juta sampai dengan 400 juta dengan proses pengajuan yang cepat.

Baca juga  Barang Apa Saja yang Bisa Digadaikan di Pegadaian?

Maka dari itu, buatlah rencana anggaran yang detail terkait usaha-usaha yang akan dilakukan. Dengan memiliki rancangan yang matang, risiko pengeluaran yang berlebihan akan dapat ditekan. Anda harus selektif dalam melakukan perencanaan ini untuk benar-benar menentukan pengeluaran mana yang hanya akan menjadi cost dan mana yang akan memberikan benefit.

Membuat Pembukuan yang Rapi

Membuat rincian dana saja tidak cukup hanya dengan mengandalkan kekuatan pikiran. Anda memerlukan sebuah alat bantu yang akan mempermudah dalam melakukan pencatatan pembukuan alias neraca. Mulai dari pembukuan dalam bentuk buku konvensional maupun dalam bentuk digital yang lebih praktis, semua dapat Anda gunakan sesuai kenyamanan.

Pembukuan yang dibuat pun harus memiliki alur yang jelas. Ikuti pedoman pembukuan yang baku untuk mempermudah pengecekan. Agar lebih aman, bila membutuhkan orang lain untuk melakukannya, pilihlah orang yang detail, teliti, dan dapat dipercaya. Mengingat pentingnya peranan pembukuan, pastikan Anda memilih orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan pencatatan ini.

Mengelola Perputaran Kas

Anda tidak sebaiknya hanya berorientasi pada hasil yang didapat—dalam hal ini tidak lain adalah laba. Pasalnya, tidak jarang perusahaan yang secara nilai berhasil mencatatkan tingginya keuntungan yang diperoleh tetapi justru mengalami macet dan kesusahan dalam melakukan perputaran kas.

Seperti contoh, Anda boleh jadi menerima keuntungan di akhir tahun. Namun begitu diperiksa, rupanya ada hambatan pada perputaran barang yang tersedia dan tidak sebanding dengan besarnya kredit yang Anda miliki. Hal ini tentu menjadi sebuah koreksi penting yang perlu segera diperbaiki. Anda pun memerlukan patokan termin tertentu untuk menghabiskan sisa stok dan mencapai target baru.

Mengawasi Kredit, Harta, dan Modal

Dari pembukuan yang telah dibuat, Anda juga akan lebih mudah untuk memantau mana saja yang menjadi aset, harta, dan kredit. Lakukan pengecekan secara berkala terhadap persediaan yang ada di dalam gudang dan kondisinya, memeriksa piutang pembeli, dan tagihan dari para supplier maupun vendor.

Baca juga  5 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji 3 Juta

Pastikan Anda tidak menganggap remeh aktivitas yang satu ini. Jangan sampai karena kelalaian yang dapat diantisipasi, Anda justru membuat tagihan menjadi macet yang hanya akan menghambat perputaran dana usaha.

Memisahkan Urusan Pribadi dan Bisnis

Yang terpenting dari cara mengelola manajemen keuangan bisnis adalah dengan tidak mencampuradukkan urusan finansial pribadi dan bisnis. Sekecil apa pun usaha yang dilakukan, buat batasan yang jelas antara kepentingan pribadi dan bisnis.

Jangan jadikan akun rekening yang Anda miliki menjadi satu pintu dengan transaksi bisnis yang dilakukan. Sayangnya, masih belum terlalu banyak pelaku usaha—terutama yang masih baru dan dalam masa penjajakan—yang menerapkan hal ini karena dianggap remeh. Padahal dengan memiliki pintu keuangan sendiri, pengelolaan finansial bisnis akan menjadi lebih mudah.

Enam cara menyusun manajemen keuangan bisnis di atas memang tidak susah, tetapi kerap dianggap remeh dan berdampak tidak sehat bagi kesehatan finansial bisnis Anda. Maka dari itu, cobalah untuk selalu konsisten agar bisnis terus berjalan dengan sehat dan mencapai hasil yang diinginkan. Semoga bermanfaat!