Bagikan:

Bagi para pemilik usaha kecil dan menengah, alokasi dana yang sesuai kebutuhan serta strategi perencanaan keuangan yang tepat merupakan kunci utama agar dapat bertahan di tengah ketatnya persaingan bisnis. Sekarang, tujuan utama bisnis Anda bukan lagi mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya, tapi juga bagaimana mengatur penghasilan agar dapat disisihkan untuk modal pengembangan usaha. Prinsip tersebut juga senada dengan yang diutarakan Benjamin Franklin:

Jika Anda ingin kaya, pikirkan juga untuk menabung, selain mendapatkan kekayaan.

Meskipun saat ini bisnis Anda sedang booming, Anda harus tetap waspada untuk menghadapi kejadian tak terduga seperti penurunan angka penjualan, dan kenaikan harga bahan baku produk. Lantas, bagaimana cara menyisihkan uang dari hasil usaha secara tepat? Simak lima tipsnya berikut ini.

  1. Batasi Pembelian Inventaris Baru

Saat bisnis mengalami surplus, banyak pebisnis yang tergoda untuk membeli inventaris usaha yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Gawai dan barang elektronik keluaran terbaru bisa jadi paling banyak menyita dana usaha Anda, terutama jika Anda menjalankan bisnis berbasis online. Setiap kali Anda membeli gawai dan alat elektronik baru, laba bersih bisnis Anda juga berkurang dalam jumlah yang signifikan. Ada baiknya Anda memaksimalkan fungsi gawai dan alat elektronik lain sebaik-baiknya, daripada harus mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan bisnis Anda.

  1. Konsisten Memotong Sekian Persen Laba sebagai Dana Cadangan

Usahakan untuk menyisihkan setidaknya 20 persen dari total jumlah laba bersih yang dihasilkan. Strategi ini dapat memberikan perubahan besar bagi bisnis dalam jangka waktu panjang. Adanya dana cadangan dapat membantu mengatasi krisis di perusahaan yang sering kali datang tiba-tiba. Berkat dana cadangan, Anda setidaknya dapat meminimalisasi risiko kehilangan profit dan sumber daya tanpa harus mengorbankan eksistensi bisnis.

  1. Buat Rekening khusus Tabungan Bisnis
Baca juga  Sistem Pembayaran dan Bunga di Pegadaian

Memiliki wadah khusus untuk menghimpun dana cadangan merupakan hal yang mutlak dibutuhkan perusahaan. Anda dapat membuka rekening tabungan bisnis untuk memisahkan dana cadangan dari biaya operasional lainnya. Atau, Anda dapat menginvestasikan dana cadangan tersebut pada instrumen yang memiliki tingkat jual kembali yang tinggi, salah satunya emas.

Jika Anda sudah memiliki emas dalam kisaran atau berat tertentu, Anda bisa melakukan praktik konsinyasi. Salah satu yang menyediakan layanan konsinyasi adalah Pegadaian lewat produk Konsinyasi Emas. Di sini, skema investasinya adalah Anda memanfaatkan emas yang dimiliki menjadi sesuatu yang menghasilkan dengan cara titip jual. Emas yang Anda titipkan akan dijual Pegadaian pada nasabah yang datang membeli logam mulia pada outlet Pegadaian, kemudian Pegadaian akan memesan kembali emas pengganti dengan kadar dan berat yang sama beserta dengan keuntungan dari hasil jual beli tadi. Emas Anda tetap utuh, keuntungan pun didapat.

  1. Maksimalkan Efisiensi Dana

Cara menyisihkan uang dari hasil usaha yang paling efektif bisa dilakukan dengan menghemat dana operasional perusahaan. Efisiensi tidak selamanya identik dengan pemotongan biaya operasional. Sebaliknya, strategi ini bertujuan mencari peluang untuk mendapatkan keuntungan lebih dengan pengeluaran seminimal mungkin. Di samping itu, Anda pun perlu melacak jumlah pengeluaran usaha setiap minggunya.

Idealnya, evaluasi pengeluaran dan pemasukan dilakukan setiap bulan. Namun, evaluasi yang dilakukan setiap minggu justru dapat berpengaruh dalam memberikan pola pengeluaran usaha Anda. Dari data pengeluaran tersebut, Anda bisa melihat bahwa pengeluaran sekecil apapun dapat bertambah dari waktu ke waktu. Nantinya, Anda bisa menentukan pos-pos mana saja yang memerlukan efisiensi dana.

  1. Tetapkan Target Perusahaan

Meski bisnis Anda bergerak di bidang usaha kecil dan menengah, Anda perlu mempunyai target dan jangkauan pasar yang luas. Tetapkan rencana jangka panjang bisnis dan target pencapaian dana cadangan bisnis Anda pada jangka waktu yang sudah ditentukan. Jika bisnis Anda telah memiliki kepercayaan publik dan jangkauan pasar yang luas, Anda dapat mengincar target lainnya yang jauh lebih besar.

Baca juga  Tips Mendapatkan Permodalan Usaha tanpa Terjebak Rentenir

Itulah beberapa cara menyisihkan uang dari hasil usaha yang dapat Anda terapkan dalam menjalankan bisnis. Semoga bermanfaat!