8169560070_290a4e1fc4_b
Bagikan:

Bagi para pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah, strategi keuangan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam upaya menjaga kestabilan dan mengembangkan usaha ke arah yang lebih baik.
Pada kenyataannya di lapangan, banyak pelaku usaha kecil yang kerepotan mengatur strategi keuangan perusahaannya. Padahal, jika dicermati dengan baik, pengaturan keuangan usaha tidaklah sesulit yang dibayangkan.
Nah, berikut ini adalah lima strategi keuangan yang bisa diterapkan pada usaha/bisnis kecil Anda.

1. Pisahkan uang pribadi dari uang usaha

Dalam mengelola sebuah usaha, terlebih usaha kecil, kita harus pandai memisahkan antara uang pribadi dengan uang usaha. Jangan sampai uang yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ternyata diambil dari kas usaha.
Jika penggunaannya bercampur, maka keuangan perusahaan tidak bisa termonitor dengan baik. Jangan heran kalau nantinya kas/modal perusahaan berkurang atau bahkan habis karena dipakai untuk keperluan pribadi.
Strategi keuangan yang bisa diterapkan untuk mengantisipasi tercampurnya keuangan pribadi dan perusahaan adalah dengan membuat dua rekening yang terpisah. Dengan begitu, arus keluar masuk kas akan terlihat lebih jelas.

2. Buat anggaran keuangan yang jelas

Setiap usaha haruslah mempunyai anggaran yang jelas. Dengan adanya anggaran tersebut, perusahaan dapat memastikan pengeluaran rutinnya dan bisa memproyeksi kondisi finansial perusahaan di masa mendatang. Hal ini penting sebagai dasar pengelolaan pendapatan usaha.

3. Pencatatan keuangan yang teratur

Dalam mengatur strategi keuangan usaha kecil, Anda juga harus melakukan pencatatan keuangan secara teratur. Lakukan pencatatan secara terperinci mencakup berbagai pengeluaran, pemasukan, utang, dan piutang.
Dengan pencatatan tersebut, Anda akan memiliki data yang lengkap sebagai basis analisis, jika di masa mendatang terjadi permasalahan keuangan.

Baca juga  7 Tips Manajemen Keuangan Rumah Tangga

4. Porsi keuangan diatur dengan jelas

Salah satu ciri strategi keuangan usaha kecil yang baik adalah mampu mengatur porsi keuangan perusahaan secara proporsional. Hal ini tentunya hanya bisa dilakukan jika usaha Anda sudah menjalankan sistem pencatatan keuangan yang jelas.
Pengaturan porsi keuangan ini nantinya akan dilakukan pada beberapa sektor pengeluaran, mulai dari biaya operasional, gaji pegawai, dana pengembangan usaha, hingga jumlah laba yang ditabung.
Usahakan untuk mengatur porsi keuangan ini secara tepat. Jangan sampai—misalnya—untuk memberikan pelayanan prima, Anda mengalokasikan dana operasional terlalu besar dan mengakibatkan berkurangnya tabungan atau dana pengembangan usaha.
Untuk usaha kecil, pengaturan porsi keuangan yang biasanya digunakan adalah 30% biaya operasional, 30% gaji, 30% dana pengembangan, dan 10% untuk dana tabungan. Meski tentunya, pengaturan porsi keuangan ini bisa disesuaikan dengan kondisi usaha masing-masing.

5. Aliran uang kas lancar

Aliran uang kas yang lancar merupakan salah satu bukti bahwa bisnis yang dijalankan berada dalam kondisi yang sehat.
Salah satu hal yang dapat menghambat kelancaran arus kas perusahaan adalah jika ternyata pengeluaran perusahaan lebih besar daripada pendapatan yang dihasilkan.
Kalaupun dalam situasi tertentu, keuangan perusahaan dalam kondisi ‘minus’ akibat terlalu besarnya pengeluaran, Anda harus mampu memutuskan pos-pos pengeluaran mana saja yang harus dipangkas.
Demikian tadi sedikit ulasan mengenai strategi keuangan bagi sahabat yang mengelola usaha kecil dan menengah. Cobalah untuk menerapkan strategi tersebut di perusahaan Anda, mudah-mudahan kondisi keuangan usaha Anda bisa menjadi lebih baik. Selamat mencoba!

Bila Anda baru ingin memulai bisnis baru, Anda bisa membaca panduan memulai bisnis berikut ini.