Bagikan:

Banyak orang ternyata masih tidak menyadari pentingnya memilih investasi berdasarkan usia. Padahal, jenjang umur berbeda biasanya memberi Anda pengalaman, pemasukan, serta tuntutan finansial yang berbeda. Jenis investasi yang Anda pilih harus menyesuaikan dengan berbagai aspek dalam masing-masing jenjang usia.

Tips Investasi Berdasarkan Usia Produktif

Idealnya, investasi dimulai dari jenjang usia muda atau produktif, yaitu di era pertengahan 20-an hingga 30-an, yaitu tahap permulaan hingga pertengahan karier. Investasi berdasarkan usia di masa ini biasanya berfokus pada akumulasi dana, sehingga bisa digunakan untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga pada usia senja.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk investasi di jenjang usia semacam ini:

• Fokus ke Investasi High-Yield Berisiko Tinggi

Ketika Anda masih berada di usia dewasa awal, tetapi sudah memiliki penghasilan sendiri, tidak ada salahnya mencoba investasi high-yield seperti saham dan reksadana. Walau berisiko tinggi, hasilnya juga besar, dan Anda biasanya tidak perlu pusing memikirkan biaya untuk pembayaran kuliah anak, misalnya. Anggaran untuk reksadana atau saham bisa mencakup 70 hingga 80 persen dari dana investasi.

• Sertakan Investasi Risiko Rendah Jangka Panjang

Diversifikasi adalah kunci investasi aman. Jika Anda sudah berinvestasi dengan reksadana atau saham, tanamkan sisa anggaran investasi pada obligasi, pasar uang, atau deposito.

Tips Investasi Berdasarkan Usia Paruh Baya

Investasi berdasarkan usia paruh baya (sekitar awal 40-an hingga 50-an) harus berfokus pada masa pensiun yang sudah mendekat. Pada tahap ini, Anda biasanya sudah berada pada posisi stabil, yakni ketika penghasilan yang semakin besar berjalan sebanding dengan tingkat kebutuhan. Berikut tips-tips investasi yang disarankan:

• Pertimbangkan Obligasi

Baca juga  5 Cara Cepat Kaya dengan Investasi dan Bisnis

Investasi obligasi bisa memberi hasil yang cukup lumayan, cocok untuk Anda yang akan segera membutuhkan pemasukan rutin. Cobalah menggunakan 30 hingga 35 persen anggaran investasi Anda untuk obligasi, dan tanamkan sekitar 5 persen di pasar uang.

• Jangan Abaikan Saham atau Reksadana

Anda mungkin menganggap saham sebagai sesuatu yang berisiko untuk rentang usia ini. Namun, Anda bisa memanfaatkan investasi ini karena hasilnya yang cukup besar (jika dilakukan dengan benar). Gunakan sekitar 50 hingga 60 persen dana investasi untuk pilihan ini, tergantung situasi Anda.

• Beli Aset untuk Penghasilan Pasif

Jika Anda sudah memiliki dana lebih, pertimbangkan memiliki aset untuk penghasilan pasif, misalnya tanah atau rumah untuk disewakan. Tentukan jenis aset yang dibeli berdasarkan situasi Anda (misalnya saat memilih antara rumah atau apartemen).

Akhirnya, ketika Anda sudah memasuki usia menjelang pensiun, balik posisi pembagian dana investasi. Pusatkan uang Anda pada investasi berisiko rendah yang memberi hasil secara teratur, serta tidak terlalu fluktuatif dalam pergerakan hariannya, misalnya obligasi.

Pada akhirnya, kunci dari investasi yang baik adalah kemampuan untuk mengelola uang berdasarkan situasi, serta konsisten menyisihkan dana untuk investasi memadai. Seperti kata Warren Buffet, untuk meraih kesuksesan dalam investasi berdasarkan usia, Anda:

Tidak perlu menjadi lebih pintar dari orang lain, tetapi cukup lebih disiplin.