Bagikan:

Berbagai jenis investasi saat ini bisa menjadi pilihan menjanjikan bagi Anda. Di antara jenis investasi tersebut, investasi emas dan deposito merupakan jenis yang paling banyak dipilih masyarakat. Emas dari dulu telah dikenal sebagai komoditas dengan nilai tinggi dan bisa dijadikan sebagai tolok ukur kekayaan seseorang. Sedangkan deposito merupakan produk bank yang menawarkan bunga dalam jumlah yang bergantung pada jangka waktu penyimpanan. Bagi yang masih ragu ingin berinvestasi emas atau deposito, berikut beberapa pertimbangan untuk Anda:

  • Berinvestasi Emas

Dalam investasi emas  tersedia dua jenis emas yang bisa Anda pilih, yakni bentuk fisik (batangan) dan trading emas. Jika dilihat dari tingkat likuiditasnya, membeli emas batangan akan lebih menguntungkan dibanding trading emas. Hal ini karena emas batangan dilengkapi sertifikat yang memudahkan Anda menjualnya bahkan hingga ke luar negeri. Emas batangan membutuhkan tempat penyimpanan yang aman agar kondisinya tetap baik serta menghindari pencurian. Salah satunya, Anda bisa berinvestasi emas dan menyimpannya di Pegadaian lewat produk Emasku. Di sini, Anda bisa mendapatkan logam mulia 24 karat dengan cara yang mudah, praktis, ekonomis, dan aman. Mengapa demikian? Karena Anda bisa melakukan investasi emas dengan uang muka mulai dari Rp 150.000,- dan mendapat keuntungan tambahan berupa perlindungan asuransi.

Sedangkan trading emas merupakan investasi emas dengan cara melakukan bisnis jual beli emas daring di pasar melalui broker untuk memperoleh keuntungan. Sehingga Anda tidak membutuhkan tempat penyimpanan seperti emas batangan. Tetapi, trading emas memiliki risiko kerugian yang lebih besar apalagi bagi yang mulai mencoba investasi.

Ada beberapa hal yang perlu diantisipasi saat ingin mulai berinvestasi emas. Hindari investasi emas secara daring atau online. Membeli tanpa menerima fisik emas sangat berisiko, tetapi jika sudah terlanjur terjadi pastikan emas disimpan oleh pihak yang bertanggung jawab serta dapat diambil kapan pun Anda butuhkan.

  • Deposito
Baca juga  5 Cara Menghadapi Masalah Keuangan Saat Bisnis Bangkrut

Deposito merupakan investasi dengan cara menanamkan dana di sebuah bank dengan imbalan bunga atau bagi hasil (bank syariah) dalam jumlah tertentu. Tersedia dua pilihan deposito, yakni deposito berjangka dan deposito on call. Jumlah suku bunga deposito lebih besar dibandingkan dengan tabungan biasa, namun penarikan uang harus sesuai dengan kesepakatan jika melanggar Anda akan dikenakan penalti.

Berinvestasi menggunakan deposito memiliki risiko kerugian yang relatif rendah. Hal ini karena investasi jenis ini dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, jika ingin berinvestasi deposito percayakan dana Anda pada bank-bank yang telah dijamin oleh LPS. Dana maksimal yang bisa dijamin oleh LPS adalah sebesar 2 miliar rupiah.

Sebaiknya Anda berinvestasi deposito dalam jangka waktu pendek, misalnya dalam 3 bulan. Hal ini karena nominal uang akan berubah nilainya sebab inflasi, berinvestasi deposito juga dikenai pajak sehingga akan memotong keuntungan yang didapat dari suku bunga. Selain itu, Anda tidak bisa mengambil uang sewaktu-waktu karena akan diberikan sanksi denda yang akan dipotongkan dari simpanan deposito yang dimiliki.

Setelah mempertimbangkan manakah di antara berinvestasi emas atau deposito, Anda dapat menentukan jenis investasi mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Alangkah baiknya jika Anda tidak menyimpan uang dalam satu jenis investasi saja. Anda bisa berinvestasi jangka panjang dengan emas yang akan naik harganya dari tahun ke tahun. Untuk investasi jangka pendek, simpan uang Anda dalam deposito sehingga tabungan Anda tidak cepat habis karena akan dikenai denda jika Anda mengambilnya sebelum jatuh tempo. Semoga bermanfaat!