Bagikan:

Ingin hidup santai saat usia lanjut? Mulailah merencanakan investasi usia senja sejak masih muda. Banyak orang berpikir bahwa investasi bisa dilakukan belakangan saja. Padahal, walau Anda mungkin tidak memiliki banyak pengeluaran, kebutuhan sehari-hari tetap ada. Selain itu, jika Anda mengalami gangguan kesehatan, tidak punya tabungan akan menyusahkan. Karena itu, rencanakan tabungan usia senja Anda sedini mungkin.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Investasi Usia Senja

Perencanaan teliti adalah kunci kestabilan finansial masa depan. Sebelum memutuskan jenis investasi usia senja yang bisa Anda ambil, ada beberapa faktor yang harus diperhitungkan, di antaranya adalah:

  • Sisa Usia Hingga Pensiun
    Sisa usia yang Anda miliki hingga masa pensiun menentukan strategi dan jenis investasi yang harus Anda ambil. Misalnya, jika Anda berencana pensiun saat usia 55 tahun, dan usia Anda saat ini 25 tahun, strategi investasi tentu akan lain dengan jika Anda sudah berusia 35 tahun.
  • Tingkat Inflasi
    Inflasi tahunan memengaruhi jenis investasi, karena hal ini menentukan jumlah biaya hidup yang harus Anda keluarkan di masa depan. Misalnya, jika usia Anda saat ini 35 tahun, dan inflasi tahunan adalah 6%, biaya hidup rata-rata per bulan setelah 20 tahun bisa mencapai sekitar 16 juta rupiah.
  • Faktor Kesehatan dan Produktivitas
    Banyak orang yang masih aktif walau sudah menginjak usia senja, tetapi hal tersebut bukan jaminan Anda bisa terus memenuhi kebutuhan bulanan, atau bahkan mengurus kondisi kesehatan sendiri. Produk investasi yang Anda pilih harus bisa membantu saat Anda sudah tidak produktif.

Tips Memilih Investasi untuk Usia Senja

Tertarik untuk memulai investasi usia senja? Berikut beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan:

  • Menabung untuk Memiliki Aset
    Memiliki aset seperti tanah atau properti adalah cara populer untuk menabung demi usia senja. Rumah atau tanah juga bisa Anda manfaatkan untuk berbagai usaha, mulai dari penyewaan rumah atau tanah, hingga penggarapan lahan.
  • Menambah Dana Pensiun Sendiri
    Indonesia memiliki dua dana pensiun yang diatur Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992, yaitu Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK). Jika Anda pekerja kantoran yang mendapat fasilitas dana pensiun, cobalah meneliti tentang persyaratan untuk menambah dana tersebut secara mandiri.
  • Membeli Logam Mulia
    Logam mulia seperti emas bisa menjadi tabungan jangka panjang karena nilainya semakin meningkat seiring waktu. Agar tabungan tidak terpotong biaya tambahan, berinvestasilah pada emas batangan atau koin, bukan perhiasan. Sahabat Pegadaian memiliki layanan Emasku yang menawarkan investasi emas semudah yang Anda bayangkan. Logam mulia 24 karat bisa Anda miliki dengan mudah, praktis, dan ekonomis hanya dengan uang muka mulai dari 150 ribu rupiah. Selain itu, Anda juga dapat keuntungan tambahan berupa perlindingan asuransi sampai dengan 30 juta rupiah.
Baca juga  Langkah Meraih Kebebasan Finansial

Merencanakan investasi usia senja sebaiknya dilakukan siapa saja, tanpa memandang penghasilan, agar Anda tidak perlu pusing soal kehidupan saat lanjut usia. Seperti kata Robert Kiyosaki

(Investasi) bukan soal berapa banyak yang Anda hasilkan, melainkan berapa yang Anda simpan, bagaimana uang tersebut bekerja, dan berapa generasi yang bisa menikmatinya.