Bagikan:

Salah satu cara untuk mempersiapkan kondisi finansial di masa mendatang adalah investasi. Dengan mengeluarkan sejumlah uang dan menyimpannya dalam suatu bentuk instrumen investasi tertentu di masa sekarang, investor mengharapkan adanya keuntungan berkali-kali lipat dari harta tersebut di masa mendatang.

Melakukan investasi adalah aktivitas perencanaan keuangan yang dapat dilakukan setiap individu tanpa melihat batasan usia. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum benar-benar menyadari betapa besarnya potensi investasi jika dilakukan sedini mungkin. Di samping itu, sebagian juga masih menganggap bahwa investasi haruslah memerlukan modal yang besar.

Padahal kenyataannya, semakin awal seseorang melakukan investasi, semakin cepat dan mudah hasil yang akan dinikmatinya. Besarnya modal yang harus dikeluarkan pun sangat fleksibel. Beragam instrumen investasi semakin banyak bermunculan dan dapat dilakukan dengan modal mulai dari ratusan ribu rupiah.

Memahami Tujuan Investasi

Bicara soal investasi berarti bicara soal masa depan. Saat berbicara soal masa depan, mayoritas paradigma yang muncul adalah suatu masa dalam jangka waktu beberapa tahun—belasan hingga puluhan—ke depan. Namun sesungguhnya, masa depan pun dapat dibedakan menjadi jangka pendek, menengah, dan panjang.

Tiga kategori ini pula yang menjadi acuan saat akan melakukan investasi. Sebagaimana yang diketahui, tujuan investasi adalah untuk mendapatkan sebuah keuntungan di masa mendatang atas harta yang dimiliki. Tiap individu pun berhak menentukan sendiri seberapa lama dia menginginkan keuntungan tersebut untuk dinikmati.

Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek biasanya dilakukan oleh orang-orang yang menginginkan keuntungan dalam jangka waktu sekitar satu tahun dan di bawahnya. Apakah hal ini memungkinkan? Tentu saja. Ada beberapa instrumen yang mengakomodasi tujuan investasi ini seperti deposit.

Deposit tidak jauh berbeda dengan menabung. Hanya saja di samping ada batas minimal yang diberlakukan setiap bank untuk melakukan transaksi ini, uang yang didepositkan tidak dapat diambil sampai jangka waktu yang ditentukan (minimal 3 bulan, tergantung kebijakan setiap lembaga penyedia keuangan). Besarnya bunga yang diberikan juga bergantung dari lamanya jangka waktu penyimpanan.

Baca juga  Susah Membiasakan Diri Menabung? Simak Cara Menabung Unik Berikut Ini

Bagi individu yang menyukai tantangan dan berani mengambil risiko, berinvestasi di forex trading bisa menjadi alternatif yang memungkinkan. Investor akan membeli sejumlah mata uang asing ketika harganya sedang turun dan kembali menjualnya ketika harganya melambung. Meski terlihat gampang, dibutuhkan pengetahuan dan keahlian untuk bermain di investasi ini.

Investasi Jangka Menengah

Investasi jangka menengah biasanya berkisar antara satu hingga lima tahun. Beberapa orang biasanya memilih investasi ini dengan tujuan untuk membeli rumah, sebagai modal bisnis baru, dan sebagainya.

Mengenai jenis instrumen investasi yang sesuai untuk tujuan investasi jangka menengah, ada beberapa yang juga dapat dikategorikan dalam instrumen investasi jangka panjang seperti emas dan reksadana. Untuk investasi emas sendiri, Anda bisa memanfaatkan banyak fasilitas investasi emas di Pegadaian, mulai dari investasi emas bersama melalui Mulia Arisan, investasi emas dan dapat tambahan asuransi diri melalui Emasku, sampai dengan investasi emas mulai dari Rp 5.000-an lewat Tabungan Emas. Pilihan investasi emas yang variatif ini memudahkan masyarakat untuk berinvestasi yang sesuai dengan kebutuhannya.

Investasi Jangka Panjang

Investasi ini dilakukan untuk menuai hasil di atas lima tahun. Untuk memperolehnya pun harus dilakukan sejak awal. Adapun pengetahuan mengenai prospek jenis investasi yang diambil juga harus cukup matang.

Melihat kondsi saat ini, memiliki investasi dalam bentuk properti adalah hal yang paling memungkinkan dan menguntungkan. Keterbatasan lahan dan semakin tingginya kebutuhan tempat tinggal maupun pusat bisnis merupakan hal yang oportunitis.

Dibandingkan bangunan yang sudah jadi dan siap huni, berinvestasi dalam bentuk tanah memiliki keuntungan lebih banyak. Tidak banyak biaya yang harus dikeluarkan sebagaimana biaya untuk merawat bangunan yang sudah jadi. Namun bila properti dapat disewakan atau dibuat dalam bentuk indekos yang menghasilkan setiap bulan, hal tersebut menjadi kelebihan tersendiri.

Baca juga  7 Tips Manajemen Keuangan Rumah Tangga

Tips Sukses Berinvestasi

Berinvestasi tidak hanya sekadar mengubah uang dalam bentuk harta lain, tetapi juga memikirkan beberapa pertimbangan. Bagi pemula khususnya, berikut adalah tips yang dapat dilakukan agar sukses berinvestasi.

Mengatur Tujuan Investasi

Langkah awal yang harus dilakukan adalah memahami dan mengatur tujuan investasi. Hal ini akan mempermudah investor untuk menentukan jenis investasi apa yang akan dipilih.

Memahami Risiko Masing-Masing Instrumen

Tiap instrumen investasi memiliki risiko yang berbeda, mulai dari rendah, menengah, dan tinggi. Calon investor harus memahami hal ini dan mempersiapkan strategi terbaik agar tidak luput sasaran.

Investasi adalah cara terbaik untuk mempersiapkan masa depan finansial yang stabil. Semakin dini seseorang memahami penting dan tujuan investasi serta mengambil langkah untuk memulainya, semakin tertata rencana keuangannya di masa mendatang.