keuangan rumah tangga
Bagikan:

Setiap keluarga tentu menginginkan kondisi finansial yang sehat dan mencukupi kebutuhan rumah tangga. Dalam kehidupan rumah tangga, kebutuhan hidup menjadi lebih beragam dibanding saat masih lajang. Kebutuhan hidup yang beragam dan jumlah anggota keluarga yang semakin bertambah membuat kita harus bijak dalam mengatur keuangan rumah tangga agar kesehatan finansial keluarga tetap terjaga. Bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga yang baik? Simak tips mengatur keuangan rumah tangga berikut ini:

1. Gabungkan Penghasilan Suami Istri

Jika Anda dan pasangan sama-sama bekerja, sebaiknya gabungkan kedua penghasilan menjadi satu agar Anda lebih mudah untuk mengaturnya. Selain lebih mudah mengaturnya, pendapatan keluarga yang digabung dari suami dan istri dapat membantu Anda untuk mengontrol pengeluaran karena setiap pengeluaran harus sepengetahuan pasangan.

2. Sediakan Dana Darurat

Salah satu hal penting dalam memanajemen keuangan rumah tangga adalah menyediakan dana darurat. Dana darurat merupakan dana yang disediakan untuk hal-hal di luar pengeluaran rutin misalnya saat tiba-tiba ada anggota keluarga yang sakit atau hal lain yang bersifat mendadak dan di luar kebiasaan.

3. Catat Pengeluaran dan Pemasukan secara Terperinci

Kebutuhan rumah tangga cukup beragam dan banyak, oleh karena itu sebaiknya catat secara detail setiap pemasukan dan pengeluaran. Pencatatan keuangan yang rapi tidak hanya membantu Anda mengetahui kemana uang Anda dialokasikan, tetapi juga dapat digunakan sebagai evaluasi kondisi keuangan Anda.

4. Sisihkan Tabungan untuk Anak

Jangan lupa menyisihkan sebagian pendapatan untuk biaya sekolah anak. Biaya sekolah anak zaman sekarang semakin melambung tinggi dari tahun ke tahun, oleh karena itu Anda harus mempersiapkannya sejak dini. Sisihkan 10 hingga 20 persen dari pendapatan Anda untuk ditabung dalam tabungan pendidikan atau simpan dalam bentuk emas batangan sebagai investasi.

Baca juga  Begini 5 Cara Cerdas Mengatur Manajemen Keuangan untuk Pelaku UKM

5. Tabung sebagian Uang di Awal Bulan

Menabung sebaiknya jangan Anda lakukan disaat gaji mulai menipis, karena uang Anda berisiko habis sehingga niat Anda menabung jadi tidak terlaksana. Menabung sebaiknya dilakukan di awal bulan saat gaji Anda baru saja diterima. Tetapkan besaran nilai yang Anda niatkan untuk ditabung dan segera sisihkan.

6. Buat Anggaran Belanja Bulanan

Sebelum memasuki awal bulan, buat anggaran belanja bulanan. Buat perincian hal-hal yang perlu dibeli untuk kebutuhan rumah tangga, hal-hal yang mungkin perlu Anda bayar seperti biaya listrik, air, iuran, atau cicilan, tabungan, liburan atau hal lain yang perlu dianggarkan. Buat anggaran secara terperinci dengan nominal yang telah diperkirakan, lalu usahakan untuk mematuhi anggaran yang telah Anda buat tersebut. Jika terdapat hal-hal yang terjadi di luar anggaran yang sudah dibuat, Anda bisa mengambil dana darurat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

7. Jika Harus Berutang, Pilih Utang Produktif

Jika tidak terdapat kebutuhan yang sangat mendesak, sebaiknya Anda menghindari utang yang berbunga. Tetapi untuk kondisi tertentu yang mengharuskan Anda untuk berutang, maka pilihlah utang yang produktif. Beberapa contoh utang yang produktif antara lain utang KPR untuk kepemilikan rumah yang nilai asetnya semakin meningkat dari tahun ke tahun, utang untuk pengembangan bisnis dan lain sebagainya yang bersifat produktif. Hal yang sebaiknya dihindari adalah utang yang tidak produktif seperti utang untuk memenuhi gaya hidup atau hal-hal yang tidak produktif. Jadi berutang boleh saja, asalkan Anda berutang untuk alasan yang tepat, selain itu pastikan utang Anda tidak melebihi sepertiga pendapatan total keluarga Anda agar kondisi keuangan Anda tetap stabil.
Demikian 7 tips memanajemen keuangan rumah tangga yang bisa Anda coba. Semoga bermanfaat.