Bagikan:

Ketika sudah mendekati tanggal gajian, rata-rata orang sudah melakukan perencanaan keuangan untuk satu bulan ke depan. Membagi sejumlah uang tersebut ke dalam beberapa kategori, seperti biaya sekolah anak, biaya cicilan kendaraan, tabungan, hingga dana investasi. Investasi memang sudah menjadi sesuatu yang penting bagi banyak orang sejak lama. Sebagai bentuk penanaman modal, investasi sangat berguna untuk masa depan orang yang melakukannya. Seperti investasi jangka panjang yang sudah pasti bertujuan untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Untuk menghadapi masa depan, maka investasi ini bisa dinilai sebagai solusi.

Contoh Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang sendiri merupakan penanaman modal yang dilakukan seseorang dan dananya akan diputar sehingga hasilnya baru bisa dicairkan dalam jangka waktu tertentu. Tidak hanya untuk mendapatkan keuntungan, tapi investasi jangka panjang juga untuk meraih pendapatan tetap di masa depan.

Ada banyak jenis investasi jangka panjang yang tersedia, Anda bisa memilih salah satu atau lebih dari instrumen yang ada. Berikut ini adalah jenis-jenis investasi jangka panjang yang bisa Anda pertimbangkan:

1. Investasi Properti

Investasi properti memang menggiurkan karena selain mendapat hasil yang lumayan, investasi ini juga tergolong aman karena terbilang anti inflasi. Untuk berinvestasi properti, umumnya membutuhkan modal yang banyak. Tapi banyaknya modal di awal juga sebanding dengan hasil yang didapatkan. Uang Anda akan terus mengalir, bahkan jika Anda tidak bekerja sekalipun. Apabila Anda telah memiliki modal yang cukup besar, investasi properti bisa Anda pertimbangkan. Adapun jenis properti yang bisa Anda pilih yaitu investasi tanah, menyewakan rumah, bisnis rumah kos, investasi apartemen, dan investasi ruko, kios, hingga toko. Salah satu kunci keberhasilan dari investasi properti ini adalah kejelian Anda dalam memilih tempat yang strategis. Bisnis kos-kosan dan apartemen Anda akan sangat menguntungkan jika dibangun di area kampus atau perkantoran.

Baca juga  Pilih Beli Emas atau Gadget Baru?

2. Investasi Saham

Saham merupakan salah satu cara yang dilakukan perusahaan agar mendapatkan modal. Investasi saham berupa bukti bahwa Anda ikut memiliki sebuah perusahaan. Suatu perusahaan bisa mendapatkan sejumlah dana dari investor apabila menerbitkan saham. Investasi saham juga memiliki potensi keuntungan yang besar. Keuntungan yang akan diperoleh investor yang  membeli sebuah saham yaitu berdasarkan capital gain dan pembagian dividen.

Misalnya, jika Anda membeli saham A dengan harga perlembarnya Rp 10.000 dan kemudian Anda menjualnya dengan harga Rp 11.000 per lembar, berarti Anda mendapat capital gain sebesar Rp 1000 di setiap lembar saham yang Anda jual. Secara sederhana, capital gain merupakan keuntungan yang didapatkan dari selisih harga beli dan harga jual suatu saham, yang mana harga jual saham lebih tinggi dari harga belinya.

Sedangkan dividen merupakan keuntungan yang berasal dari perusahaan. Jadi, bagian dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan dibagikan juga kepada pemegang saham. Dividen bisa dalam bentuk tunai di mana perusahaan memberikan sejumlah uang tunai untuk setiap lembar saham. Atau bisa juga dalam bentuk saham, yaitu diberikan saham sehingga saham yang dimiliki investor akan bertambah.

3. Reksadana

Investasi reksadana menjadi investasi yang cukup berkembang mengingat potensi keuntungannya yang juga besar. Reksadana sebagai wadah dan pola pengelolaan modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi di instrumen investasi yang tersedia dengan membeli unit penyertaan reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi ke dalam portofolio investasi sesuai instrumen investasi yang dipilih. Reksadana dikelola oleh manajemen profesional, yaitu manajer investasi yang memiliki keahlian dalam pengelolaan dana.

Keuntungan lainnya dari reksadana adalah adanya diversifikasi investasi atau penyebaran investasi yang terwujud dalam portofolio akan mengurangi resiko dana yang diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga resikonya juga besar. Jadi dengan diversifikasi ini resiko tidak sebesar jika seseorang membeli satu atau dua jenis saham secara individu. Reksadana juga dikenal dengan biayanya yang rendah karena merupakan kumpulan dana dari banyak pemodal, jadi akan menghasilkan efisiensi biaya transaksi.

Baca juga  Tips Siap Finansial Sebelum Memulai Bisnis

4. Obligasi

Investasi obligasi merupakan investasi surat hutang berupa surat bukti adanya pinjaman kepada pihak yang menerbitkan obligasi dengan jangka waktu lebih dari 1 tahun. Obligasi dapat dikeluarkan oleh pemerintah atau pun perusahaan swasta yang  dilunasi pada saat jatuh tempo yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Keuntungannya bisa dilihat dari hasil berjalan yang merupakan perbandingan antara bunga tahunan dengan harga obligasi terkini, juga hasil jatuh tempo yaitu hasil yang didapat investor jika membeli obligasi pada harga tertentu dan memegang obligasi hingga jatuh tempo pembayaran.

5. Investasi Emas

Emas merupakan barang investasi yang juga banyak digemari para investor karena berbagai keuntungan yang dihasilkannya. Seperti yang kita ketahui harga emas selalu naik dan tahan dengan tingkat inflasi. Jika tahun ini Anda membeli emas seharga Rp 600.000 per gramnya, satu tahun kemudian harga emas tersebut bisa mencapai Rp 800.000 sampai dengan Rp 900.000. Selain itu, emas juga sangat mudah dicairkan. Jadi, jika suatu saat Anda membutuhkan dana, Anda tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkannya.

Saat ini sudah banyak lembaga yang mewadahi para investor untuk berinvestasi emas, salah satunya Pegadaian. Apabila Anda telah memiliki dana yang cukup untuk berinvestasi emas, Anda bisa datang ke Pegadaian untuk menginvestasikannya. Tapi bagi Anda yang ingin berinvestasi emas namun belum memiliki dana yang cukup, Anda tidak perlu cemas karena di Pegadaian Anda bisa menabung emas. Atau Anda juga bisa investasi emas dengan beberapa rekan atau kelompok Arisan Anda. Adapun layanan investasi emas Pegadaian tersebut, yaitu:

1. Mulia (Mulia Tunai, Mulia Arisan, Mulia Kolektif, Mulia Personal)

Investasi emas lewat produk Mulia dibagi menjadi empat yaitu, Mulia Tunai jika sistem pembelian emas dilakukan secara tunai. Mulia Arisan dan Mulia Kolektif jika sistem pembelian emas secara angsuran yang dilakukan dengan kelompok arisan ataupun kolektif dengan jumlah anggota minimal 6 orang. Mulia Personal jika sistem pembeliannya untuk perseorangan dan dilakukan dengan cara mengangsur.

Baca juga  5 Cara Menghadapi Masalah Keuangan Saat Bisnis Bangkrut

Persyaratan dari Mulia Arisan dan Kolektif yaitu menyerahkan identitas masing-masing anggota yang masih berlaku. Untuk Mulia Arisan, pembayaran uang muka dimulai dari 10% sedangkan mulia kolektif 20%. Untuk sistem pembayaran, baik Mulia Arisan atau Mulia Kolektif dapat dilakukan secara online, melalui ATM, atau di lebih dari 4.400 outlet Pegadaian.

2. Tabungan Emas Pegadaian

Tabungan Emas berarti Anda menyetorkan uang dalam jumlah tertentu yang kemudian akan dikonversi ke dalam bentuk gram emas. Mulai dari Rp 5000-an, Anda sudah bisa menabung emas batangan yang setara dengan 0.01 gram. Syarat untuk bisa menabung emas di Pegadaian ini cukup ringan, yaitu menyerahkan fotokopi kartu identitas resmi berupa KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku. Tabungan Emas pun baru bisa Anda cairkan jika saldo Tabungan Emas Anda  telah memiliki saldo emas setara dengan berat 1 gram.

Demikian ulasan mengenai 5 Jenis Investasi Jangka Panjang yang Berpotensi ini. Investasi memang sangat penting untuk kehidupan di masa yang akan mendatang. Selain untuk menambah kekayaan, investasi juga menjadi penolong jika Anda membutuhkan dana darurat. Apapun pilihan investasinya, pastikan selalu membekali diri Anda dengan pengetahuan seputar investasi. Jadi, selamat berinvestasi, Sahabat!