Bagikan:

“Aku tak bisa memilih masa kecilku, tapi masa depan itu kita sendiri yang melukisnya” Iwan Setyawan

Dalam rangka mengangkat semangat kecintaan dan kebanggaan kita terhadap film karya anak negeri di Hari Film Nasional tanggal 30 Maret, berikut 5 film Indonesia yang dapat memberikan inspirasi kepada para pengusaha agar tetap berjuang tidak hanya demi diri sendiri dan orang tersayang, tapi juga kemajuan Tanah Air tercinta:

1. 9 Summers 10 Autumns (2013)

9 Summers 10 Autumns dirilis sebulan setelah Hari Film Nasional dirayakan pada tahun 2013. Film ini merupakan kisah nyata Iwan Setyawan yang telah lebih dahulu dituliskan melalui buku.

Mengisahkan kehidupan seorang anak kampung asal Malang yang berhasil kuliah di IPB, hingga sukses bekerja di New York. Perjuangan Iwan kecil hingga dewasa ini secara apik diceritakan melalui 9 Summers 10 Autumns.
Film ini mengingatkan kita untuk tidak mudah menyerah dan tetap teguh mengejar cita-cita. Meski diremehkan, kegagalan tidak membuat Iwan berhenti melangkah. Dia dapat bangkit dan bangkit kembali sesering dia terjatuh.

2. Merry Riana: Mimpi Sejuta Dollar (2014)

Diangkat dari perjalanan hidup seorang Merry Riana, perempuan berdarah Tionghoa yang berhasil menjadi miliarder di usia 26 tahun. Film ini menceritakan perjuangan awal Merry yang diperankan Chelsea Islan menghadapi krisis di Indonesia dan kelamnya nasib keturunan Tionghoa saat itu. Keluarga Merry pun berusaha menyelamatkan anak gadis mereka dengan menerbangkan Merry ke Singapura.

Meski secara keseluruhan film cerita hanya sampai Merry berhasil lulus dari universitas di Singapura, tapi perjuangannya cukup dapat menginspirasi kita sebagai penonton. Terlebih para pengusaha yang selalu takut untuk memulai bisnis, bisa belajar dari kegigihan Merry berjuang demi meraih kesuksesan di negeri orang.

3. Filosofi Kopi (2015)

Filosofi Kopi merupakan salah satu film yang diangkat dari antologi cerpen berjudul sama, karya Dewi Lestari. Film yang mengisahkan Ben dan Jody, dua sahabat penyuka kopi dan membangun bisnis kedai kopi bersama yang dinamai Filosofi Kopi.

Kedua sahabat ini bisa dibilang mempunyai modal sempurna untuk dapat membuat kedai kopi mereka sukses. Jody yang mempunyai ilmu bisnis dari universitas luar negeri dan Ben pencinta kopi yang juga jago meracik kopi.
Ternyata, mempunyai latar belakang yang bagus pun tidak membuat Filosofi Kopi berjalan lancar. Mereka terlilit utang besar dan harus berusaha melunasinya juga ingin mempertahankan bisnis mereka.

Perjalanan Ben dan Jody inilah yang akhirnya dapat memberikan pemahaman lain kepada penonton tentang membangun bisnis. Bahwa banyak hal yang bisa kita pelajari saat kerugian menghampiri.

4. Cek Toko Sebelah (2016)

Film kedua karya Ernest Prakarsa ini bertemakan komedi keluarga. Dengan cara penyampaian yang ringan dan menghibur, Ernest berusaha menyampaikan konflik keluarga yang menyentuh.

Konflik dimulai saat Erwin yang diperankan Ernest merasa tidak sanggup jika harus mengurus toko kelontong milik ayahnya, Koh Afuk. Di saat karir Erwin sedang menanjak, sebagai lulusan luar negeri dia tentu merasa berat jika harus mengabdikan hidupnya hanya di sebuah toko kelontong.

Sementara, Yohan pun sebagai anak sulung merasa dilangkahi jika toko kelontong ayahnya harus diurus oleh Erwin si adik bungsu. Koh Afuk yang sudah tua dan sakit-sakitan merasa Erwin akan lebih bisa mengurus toko dengan latar belakang pendidikannya daripada Yohan yang mengurus hidupnya saja berantakan.
Film keluarga ini bisa menjadi penyemangat Anda saat bisnis terganggu bukan hanya dari faktor eksternal namun juga internal keluarga sendiri.

5. Rudy Habibie (2016)

Rudy Habibie merupakan prekuel dari film Habibie dan Ainun. Bercerita tentang masa-masa kuliah Habibie di Jerman. Dari film ini kita bisa ikut merasakan semangat Rudy, panggilan untuk Habibie muda, dalam memperjuangkan cita-cita terbesarnya membangun bisnis dirgantara di Indonesia. Membuat pesawat terbang.
Kobaran semangat Rudy ini tentu banyak menemukan rintangan yang membuatnya sempat padam. Tapi, sebagaimana tokoh heroik lainnya, Rudy dapat kembali bangun dan memercikkan api-api nasionalisme hingga akhirnya sukses dengan perkuliahannya.

Kegagalan yang sering Anda takutkan dalam memulai bisnis, atau yang merasa kapok karena telah terjatuh sangat dalam, ternyata pernah para tokoh di film ini alami. Semoga semangat serta kegigihan mereka bisa menginspirasi Anda untuk kembali bangkit dan melangkah lebih jauh.