Bagikan:

Selama ini film identik dengan hiburan pengisi waktu luang yang bisa menjadi mood booster bagi penikmatnya. Tidak sedikit pula yang menjadikan film sebagai media penggali inspirasi. Sebagai pemilik usaha, film tentang bisnis tentu sangat relevan untuk memberikan Anda berbagai inspirasi bisnis.

Inspirasi memang bisa datang tanpa diundang. Serupa proses belajar, yang bisa dilakukan tanpa pandang waktu, ruang, dan tempat, menemukan inspirasi juga tidak harus terikat kondisi yang kaku dan formal. Di antara waktu luang sambil menikmati kudapan pun Anda tetap bisa mendapatkan banyak pencerahan.

Menggandrungi satu atau dua film adalah hal biasa. Namun semakin banyak Anda menonton film, semakin berlimpah juga inspirasi yang diperoleh. Menonton dan membandingkan beberapa film bahkan bisa mengajarkan Anda untuk menyesuaikan tindakan tertentu pada situasi yang berbeda.

Mahatma Gandhi, pernah berkata,

The expert knows more and more about less and less until he knows everything about nothing.

Artinya, proses menggali inspirasi dari film, juga bisa merangsang ide-ide inovatif melalui pilihan kasus dan tema yang sederhana.
Dengan menonton beberapa film, Anda bisa membayangkan beragam cara penyelesaian masalah serta memahami proses lahirnya keputusan-keputusan strategis yang menghasilkan terobosan. Contohnya dapat Anda nikmati dalam pilihan 5 film tentang bisnis yang memotivasi berikut ini.

The Pursuit of Happyness (2006)

Drama ini menceritakan kisah nyata Chris Gardner (diperankan oleh Will Smith) yang mengejar mimpi dengan penuh kegigihan. Chris bekerja sebagai salesman dan menjalani kehidupan yang sangat sulit bersama anaknya di San Francisco, California. Namun sebenarnya mimpi utama Chris adalah menjadi seorang pialang saham. Kesulitan dimulai karena dia menghabiskan tabungannya untuk membeli franchise scanner tulang portable. Harganya yang mahal membuat produk ini susah terjual. Berbagai kesulitan yang dihadapi Chris bersama sang anak berujung manis, karena pada akhirnya Chris mampu menjadi pialang saham yang sukses berkat keahliannya dalam berkomunikasi.

3 Idiots (2009)

Memenangkan 26 penghargaan dan masuk dalam 13 nominasi ajang bergengsi, telah menjadi bukti bahwa 3 Idiots adalah film yang berkualitas. Film ini bercerita tentang persahabatan 3 teman sekamar yang dulunya sulit lulus dari kampus. Seorang dari mereka sangat vokal dan sering terlibat argumen mengenai sistem kelulusan yang hanya mengandalkan nilai, tanpa menghasilkan penemuan baru. Meskipun kebiasaan ini mempersulit jalan mereka untuk lulus dan berhadapan dengan pihak kampus, namun pada akhirnya mereka paham bahwa dalam lapisan masyarakat yang biasa-biasa saja, dibutuhkan seorang pemikir out of the box. Bahkan dengan risiko dianggap idiot.

The Social Network (2010)

Mark Zuckerberg adalah salah seorang legenda dalam dunia bisnis dan teknologi abad 21. Kisah suksesnya “hanya” dimulai dari sebuah lingkaran pertemanan dalam lingkungan kampus Harvard. Dari sinilah dia menghadapi berbagai polemik yang membuatnya sempat dibenci oleh banyak orang. Namun keyakinan dan keterampilan yang dimiliki Mark (diperankan oleh Jesse Eisenberg), membuatnya mendunia sebagai miliarder dalam usia muda berkat penyempurnaan program pertemanan, Facebook.

Moneyball (2011)

Bisnis bisa dipraktikkan dalam berbagai konteks sehingga tidak melulu berlatar alat tulis kantor dan komputer. Dalam Moneyball, cara-cara berbisnis ditampilkan dengan mengangkat kisah manajer tim bisbol, Oakland A’s, Billy Beane (diperankan oleh Brad Pitt). Tim ini menghadapi kehancuran karena melemahnya kekuatan finansial dan ditinggal pergi oleh pemain-pemain terbaiknya. Berbagai keputusan strategis Billy mengajarkan kita pentingnya percaya pada kemampuan diri, untuk mengubah nasib buruk menjadi kestabilan dan kemakmuran.

The Wolf of the Wall Street (2013)

Menghabiskan waktu tiga jam untuk menonton film ini tidak akan membuat Anda mengantuk, karena plot dan temponya yang sungguh bermutu. The Wolf of the Wall Street adalah kisah kehidupan Jordan Belfort (diperankan oleh Leonardo DiCaprio) yang punya ambisi besar untuk meraih kesuksesan dalam bisnis. Bagi Jordan, mimpi tidak boleh sekadar mimpi. Mimpi harus ditempuh secara nyata dengan menerjemahkannya melalui cara berjuang, pemilihan strategi, serta bersikap tepat menghadapi kegagalan. Penerjemahan inilah yang mengantar Jordan dari seorang rookie menjadi pebisnis sukses. Seperti film-film Martin Scorsese lainnya, menonton The Wolf of the Wall Street juga perlu kedewasaan untuk menyaring sikap-sikap yang bertentangan dengan hukum.

Serupa riwayat hidup manusia, success story sebuah bisnis juga menawarkan pengalaman yang kaya sebagai modal pengembangan diri. Demikian juga kelima film tentang bisnis di atas, yang memberikan pengalaman spesifik sebagai alternatif bertindak dalam proses bisnis. Selamat menikmati dan semoga bermanfaat, ya!