Bagikan:

Emas dan logam mulia dikenal sebagai instrumen investasi yang menjanjikan. Harga jual kembalinya yang cenderung naik setiap tahunnya menjadi salah satu faktor banyak orang yang mengandalkan emas sebagai barang investasi. Kini, masyarakat dapat semakin mudah untuk berinvestasi emas. Berbagai lembaga keuangan seperti Pegadaian kini telah mengeluarkan program investasi emas untuk masyarakat kelas menengah. Selain membeli emas secara langsung maupun melalui program cicilan di lembaga keuangan, Anda juga dapat melakukan investasi emas melalui komunitas. Lantas, bagaimana sih cara menghimpun kekayaan melalui komunitas investasi emas?

Arisan Emas bersama Komunitas Investasi Emas

Arisan emas tampaknya sedang tren di masyarakat. Sejumlah pegiat investasi  pun ramai-ramai membentuk komunitas investasi emas guna mengumpulkan para peserta untuk mencicil emas sebagai instrumen investasi yang ditawarkan. Dalam program investasi emas melalui komunitas ini dikenal adanya beberapa metode, di antaranya:

Metode Konvensional

Metode ini sama dengan arisan pada umumnya, yang membedakan hanyalah objek arisannya. Biasanya, peserta arisan emas terdiri dari setidaknya sepuluh orang. Anggota arisan emas tersebut sepakat agar semuanya bisa memiliki emas sekian gram dalam kurun waktu tertentu, misalnya 12 bulan. Selama periode tersebut, masing-masing anggota diharuskan membayar iuran setiap bulannya sesuai dengan harga emas yang akan dibeli yang dibagi berdasarkan jumlah anggota. Biasanya, jumlah iuran yang harus dibayarkan anggota berubah-ubah setiap periodenya, tergantung pada harga emas saat itu.

Misalnya, harga emas seberat 1 gram adalah Rp 600.000, maka jumlah iuran yang harus dibayarkan 10 peserta masing-masing Rp 60.000. Untuk iuran di bulan berikutnya, maka menyesuaikan dengan harga emas pada saat itu. Untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan emasnya terlebih dahulu, para anggota harus menentukan apakah mereka akan memberlakukan sistem pengocokan atau ditentukan urutannya sejak awal. Setelah periode arisan berakhir, setiap anggota dapat memperoleh emasnya masing-masing.

Baca juga  5 Faktor yang Memengaruhi Harga Emas Naik dan Turun

Metode Tetap Surplus

Banyak komunitas investasi emas yang juga menggunakan metode ini pada program arisannya. Prinsip metode ini adalah kesepakatan setiap anggota untuk menyetorkan uang iuran yang jumlahnya tetap, tapi melebihi harga emas pada saat itu. Pada akhir periode arisan, kelebihan atau sisa iuran tersebut dapat dibagikan secara merata pada tiap anggota, atau digunakan untuk membeli emas kembali. Jika sisa iuran tersebut dibelikan emas, emas tersebut dapat dilelang kepada anggota yang mau membelinya dengan harga paling tinggi.

Metode Lelang

Dalam komunitas investasi emas pun dikenal adanya sistem lelang. Pemenang lelang adalah anggota yang mau membayar emas yang dilelang dengan harga paling tinggi. Anggota yang mendapatkan emas di awal periode arisan dapat memanfaatkan emas tersebut untuk tujuan lain, seperti digadaikan atau dihimpun. Dengan menggadaikan emasnya, orang tersebut dapat menggunakan hasil gadainya untuk investasi lain.

Bagaimana dengan uang hasil lelang emas? Uang tersebut dapat digunakan sesuai kesepakatan, entah dibagikan kembali, dibelikan emas kembali untuk lelang selanjutnya, atau digunakan untuk mensubsidi pembelian emas di periode berikutnya agar harga beli emas dapat jauh lebih ringan.

Komunitas Investasi Emas Juga Bisa Arisan Emas di Pegadaian

Pegadaian pun ikut menghadirkan program arisan emas lewat Mulia Arisan. Peserta arisan emas di Pegadaian dapat berjumlah minimal 6 orang. Karena arisan di Pegadaian diundi setiap bulan, periode arisan pun dapat berlangsung selama 3 tahun (36 bulan). Setiap bulannya, setiap peserta akan mendapatkan kepingan emas dengan berat sesuai kesepakatan.

Seperti arisan pada umumnya, setiap anggota diharuskan membayar iuran tiap bulannya. Jumlah setorannya dapat disesuaikan dengan harga dan berat emas yang akan dibeli. Nah, di sinilah pentingnya menjaring anggota komunitas investasi emas dalam jumlah banyak. Semakin banyak anggotanya, semakin kecil pula jumlah iuran yang harus dibayarkan. Contohnya yaitu , kelompok arisan ingin mendapatkan emas seberat 1 gram dengan harga Rp 600.000 per gram. Peserta bisa memilih besarnya uang muka, jika besarnya 10% maka emas pertama diperoleh dua bulan kemudian, jika besarnya 15% maka emas pertama diperoleh satu bulan kemudian. Jika peserta arisan sebanyak 12 orang dan memilih uang muka sebesar 15%, maka perhitungannya adalah Rp 600.000 x 15% = Rp 90.000 per anggota. Total uang muka perkelompok adalah Rp 90.000 x 12 orang = Rp 1.080.000. Maka, angsuran per bulan yang harus dibayarkan per kelompok sebesar Rp 593.245 atau Rp 49.437 per anggota.

Baca juga  Gadai Emas di Pegadaian, Apa Saja Syaratnya?

Komunitas investasi emas tidak hanya membantu anggotanya untuk menghimpun hartanya dengan cara yang mudah dan efektif. Adanya program investasi emas melalui komunitas juga dapat membantu para anggota untuk membangun relasi yang lebih besar. John D. Rockefeller pernah berkata,

Persahabatan yang dibangun dari berbisnis jauh lebih baik dibanding bisnis yang dibangun dari persahabatan.

Jadi, selain mendapatkan keuntungan dari segi finansial, anggota komunitas investasi emas pun dapat diuntungkan secara sosial berkat jaringan pertemanan mereka yang semakin luas. Lantas, bagaimana dengan Anda, tertarik memulai investasi emas bersama komunitas?